by

Komunitas Sunskate: Pecinta Olahraga Skateboard yang Penuh Tantangan

Bogoronline.com – Kunci keberhasilan bermain skateboard adalah keberanian dan kenekatan, hal ini kompak dikatakan oleh anggota komunitas pecinta skateboard bernama Sunskate. “Kalau takut, sampai tua juga enggak akan bisa,” tutur Filkham, salah satu anggota Sunskate.
Skateboard masuk ke Indonesia sekitar tahun 1976. Awalnya, olahraga ini diperkenalkan anak-anak Barat yang sedang menempuh pendidikannya di Indonesia. Olahraga ekstrem yang satu ini berasal dari California, Amerika Serikat. Pada tahun 2019, cabang olahraga skateboard berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia di ajang Asian Games. Semenjak itu, keberadaan para skateboarder di Indonesia lebih diperhatikan lagi. Hal tersebut bisa dilihat dari pembangunan beberapa skatepark di sudut-sudut kota. Salah satunya, pembangunan skatepark di kolong tol Jati Asih. Ada banyak komunitas maupun masyarakat umum yang menggunakan fasilitas tersebut, termasuk Sunskate.

Sunskate adalah suatu komunitas pecinta olahraga skateboard dari daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Awal lahirnya komunitas ini, yaitu dari pertemuan di sebuah tempat main skateboard—sadar mereka berasal dari daerah yang sama, lahirlah inisiatif membentuk grup WhatsApp hingga sekarang menjadi sebuah komunitas kecil. Nama Sunskate sendiri diambil dari istilah bahasa Inggris “sun” yang berarti matahari. Istilah itu dipilih karena dianggap mampu menggambarkan ciri khas mereka yang bermain pada sore hari, atau saat matahari terbenam (sunset).

Komunitas yang dibentuk pada bulan April 2020 ini terdiri dari sekitar 15 anggota, di mana latar belakang dari tiap anggota pun berbeda-beda; ada pekerja, mahasiswa, dan anak sekolah. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Sunskate antara lain main bersama, berbagi pengalaman, dan mencari tempat-tempat baru untuk bermain skateboard. Meski baru saja dibentuk, beberapa anggota sudah bermain skateboard cukup lama. Filkham mengaku sudah empat tahun aktif bermain skateboard, bahkan ia pernah meraih peringkat delapan dalam kompetisi Skateboarding di Bekasi.
Menurut Filkham, ada sekitar 200 trik dalam permainan skateboard. Untuk menguasai setiap trik, memakan waktu selama tiga hari sampai lima bulan lamanya, tergantung dari tingkat kesulitan; trik-trik sulit menjadi tantangan tersendiri untuk para skateboarder. Oleh karena itu, keberhasilan mereka dalam memainkan sebuah trik dinilai sebagai sebuah kepuasan dan pencapaian. “Semua orang bisa main sepeda, tapi enggak semua orang bisa main skateboard. Kalau sudah bisa pun harus terus menerus diulang, kalau enggak, ya bisa lupa,” ungkap Filkham. Uniknya, Filkham dan kawan-kawan belajar trik skateboard secara autodidak, yang mana hal tersebut diamini oleh Rofi, yang juga merupakan anggota Sunskate, “Iya, betul, kita belajar dari Youtube aja, nonton video orang Barat main, terus dicoba sendiri tanpa pelatih.”Para anggota Sunskate kelak ingin bisa mewakili Indonesia dalam ajang olahraga Asian Games cabang skateboard. Mereka tak menampik bahwa ada keinginan untuk menjadikan diri mereka seperti Bunga Nyimas Cinta, yang berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat skateboard.

Reporter : Anne Anisa
Editor : Permata Nurul Aini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed