by

Terlalu Refresif, Satpol PP Beri Kesan Negatif

CIBINONG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bogor diminta untuk memperbaiki cara dalam operasi menegakan protokol kesehatan. Korps Penegak Peraturan Daerah dikomandoi Agus Ridho tersebut dinilai terlalu Refresif sehingga menimbulkan kesan negatif bagi Pemerintah dan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

“Bupati meminta dalam upaya penanganan Covid-19, Satpol PP agar melibatkan Ormas, OKP, dan mahasiswa sampai level Desa dan membentuk Satgas Khusus,” ujar juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, menyampaikan hasil rapat evaluasi penanganan pandemi covid-19 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin, Senin (5/10/2020).

Baca Juga : Ubah Gugus Jadi Satgas, Penanganan Pandemi Harus Lebih Serius

Satgas khusus yang dimaksud adalah satuan yang dibentuk secara mandiri di dalam sebuah lembaga, perusahaan, lembaga pendidikan, maupun pondok pesantren. “Setiap lembaga, perusahaan, lembaga pendidikan maupun pondok pesantren agar membuat Satgas khusus untuk penanganan covid-19 di tempatnya masing masing agar penanganan lebih maksimal. Instansi yang membawahi agar melaporkan kepada Satgas Kabupaten secara periodik,” katanya

Dengan pelibatan unsur ormas, organisasi kepemudaan dan mahasiswa hingga ke level desa diharapkan langkah penegakan protokol kesehatan bisa lebih efektif. Bupati Bogor meminta, penegakan protokol kesehatan harus lebih mengedepankan nilai edukasi yang santun, bukan dengan cara-cara konyol dan kasar.

Beberapa tindakan Satpol PP Kabupaten Bogor justru dinilai kontra dengan protokol kesehatan dan hanya mengejar pencitraan. Satpol PP pernah menghukum warga yang tidak pakai masker masuk ke dalam mobil ambulan berisi keranda mayat, memborgol warga seperti penjahat, menggotong warga dengan tandu dan mengaraknya di sekitar stadion Pakansari. Aksi yang paling kasar, menendang mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di depan gerbang Pemda. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *