Layanan Banyak Kendala, Ini Instruksi Ade Yasin Untuk Dinas Kesehatan

Headline1.1K views

CIBINONG – Bupati Bogor, Ade Yasin meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor lebih gesit lagi menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor. Bupati mengintruksikan Kepada Dinkes untuk memaksimalkan Crisis Center, menyiapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19 dan Pusat Isolasi tambahan. Dinkes juga diminta untuk memaksimalkan alat test polymerase chain reaction (PCR) yang dimiliki dan memfungsikan Labkesda menjadi laboratorium test PCR. Bupati juga meminta Dinkes segera menambah dan merekrut tenaga relawan kesehatan.

“Dinkes agar menyiapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19 dan Pusat Isolasi tambahan,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam rilis hasil evaluasi penanganan pandemi covid-19 di Kabupaten Bogor, Senin (5/10/2020).

Saat ini, dari 28 Rumah Sakit yang menyediakan ruang isolasi covid-19 di Kabupaten Bogor, 18 di antaranya sudah menunjukan ocupansi rate di atas 50 persen. Bahkan di RSUD okupansi ratenya sudah mencapai angka 100 persen.

Sementara ketersediaan tenaga kesehatan semakin terbatas. Ada 89 tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona, sehingga mengakibatkan sejumlah fasilitas layanan kesehatan harus mengurangi kegiatan pelayanan. Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan Dinkes untuk segera menambah tenaga medis dengan merekrut tim relawan.

BupatiĀ  juga meminta agar tracking dan pengujian terhadap spesimen swab test tidak terlalu lama. Saat ini, Dinkes tercatat baru melakukan test PCR terhadap 21.986 spesimen, masih jauh dari target Pemprov Jawa Barat yakni 60 ribu spesimen atau 1 persen dari jumlah penduduk. Intensitas pengambilan swab test sudah mencapai 300-400 spesimen perhari, tetapi Pemkab hanya mampu menguji 200 spesimen perhari.

Baca juga : Empat Alat PCR Nganggur

Rendahnya kemampuan uji PCR tersebut mengakibatkan terjadi keterlambatan informasi untuk mengetahui warga terkonfirmasi positif atau negatif. Menurut data Dinkes, hingga akhir September masih ada 1.000 spesimen yang belum uji laboratorium karena menunggu antrian di Litbangkes, BTKL, dan Laboratorium IPB.

“Dinkes segera mengaktifkan Labkesda dan mengoptimalkan PCR yang sudah ada,” titah Bupati.

Dalam evaluasi awal pekan ini, Bupati memberi 13 intruksi untuk semua jajarannya, 4 dari intruksi tersebur tertuju untuk Dinas Keshatan. Dia meminta agar instruksi ini segera dilaksanakan mengingat kasus covid-19 di Kabupaten Bogor masih terus bertambah. Dalam satu Mingu kemarin, jumlah warga terkonfirmasi positif bertambah dengan kisaran 20 sampai 60 orang perhari.

Jumlah kasus covid-19 hingga Minggu, (4/10/2020) 7.084 kasus dengan angka mortality ratenya 2,88 persen dan angka recovery ratenya 65,96 persen. Total terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1.945 orang, konfirmasi aktif 600 kasus, meninggal 56 kasus, sembuh 1.283 kasus, dan pindah alamat di luar Kabupaten Bogor 6 kasus.

Total probable sebanyak 278 kasus, dimana selesai ditangani 18 kasus, masih dipantau 52 kasus dan meninggal 208 kasus. Adapun total suspek sebanyak 4.861 kasus, dimana selesai 4.441 kasus, dan masih dipantau sebanyak 420 kasus.

Bupati mengingatkan, saat ini penyebaran virus sudah masuk transmisi lokal dengan klaster perkantoran dan industri. Klaster rumah tangga juga harus diwaspadai.
Sebaran kasus tertinggi terdapat di 6 Kecamatan, yakni Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Cileungsi, Gunung Putri, Parungpanjang, dan Jonggol.

Dari 6 Kecamatan itu, terdapat 37 desa/kelurahan dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif lebih dari 5 kasus. Terbanyak di Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong 23 kasus, Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk 22 kasus, Kelurahan Bojonggede dan Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojonggede 17 kasus.

Bupati menegaskan, dalam skala desa/kelurahan Indeks kasus konfirmasi aktif 3/10.000 menunjukan desa semakin rentan transmisi lokal. Kasus ini sedang dipelajari serius, danĀ  Pemkab Bogor membuka kemungkinan akan mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *