by

Hati-Hati! Berikut Ini 5 Jenis Depresi yang Tidak Disadari

(Sumber: revinery29.com)

BOGORONLINE.com, – Hal yang wajar jika sesekali merasa sedih. Namun, jika kesedihan yang dirasakan telah mempengaruhi sehari-hari, itu harus mewaspadainya. Karena, kesedihan berlarut-larut hingga mempengaruhi sehari-hari bisa menjadi indikasi adanya depresi. Depresi merupakan hal serius dan memerlukan pengobatan khusus. Depresi yang tak segera ditangani bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Agar lebih sadar terhadap gejala-gejala mengenai depresi, yuk, kenali terlebih dahulu jenis-jenis depresi. Selain menjadi lebih tau, hal tersebut juga dapat menghindari dari self-diagnosed perihal depresi.

Berikut ringkasan dari berbagai sumber:

1. Depresi Mayor

Depresi mayor merupakan jenis depresi yang membuat penderitanya merasa sedih dan putus asa sepanjang waktu. Seseorang dikatakan menderita depresi mayor jika mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Suasana hati yang murung dan suram.
  • Kehilangan minat terhadap hobi atau aktivitas lain yang sebelumnya disukai.
  • Perubahan berat badan.
  • Gangguan tidur.
  • Sering merasa lelah dan kurang berenergi.
  • Selalu merasa bersalah dan tidak berguna.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kecenderungan untuk bunuh diri.

Gejala bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Terlepas dari berapa lama gejala berlangsung, depresi berat dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup penderitanya.

2. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolarĀ adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat drastis. Orang yang memiliki gangguan bipolar bisa merasa sangat senang dan berenergi di suatu waktu, namun tiba-tiba menjadi sedih dan depresi.

Ketika berada dalam fase senang dan berenergi (mania atau hipomania), penderita bipolar akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Optimis dan tidak bisa diam.
  • Sangat berenergi dan lebih bersemangat.
  • Percaya diri yang berlebihan.
  • Susah tidur atau merasa tidak perlu tidur.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Banyak pikiran.

Setelah berada dalam fase mania atau hipomania untuk beberapa waktu, orang yang memiliki gangguan bipolar biasanya akan masuk ke fase mood yang normal, lalu kemudian masuk ke fase depresi. Perubahan mood ini bisa terjadi dalam waktu hitungan jam, hari, atau berminggu-minggu.

3. Depresi Psikotik

Depresi psikotik mengakibatkan penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan dan mengalami psikosis. Penderita juga kerap mengalami halusinasi atau delusi, seperti percaya bahwa mereka sedang diawasi atau diikuti. Penderita depresi psikotik juga kerap mengalami paranoid dan merasa seolah-olah semua orang menentang mereka. Depresi jenis ini juga bisa membuat penderitanya percaya bahwa mereka adalah penyebab penyakit atau peristiwa buruk yang terjadi di sekitar mereka.

4. Distimia

Distimia (Persistent Depressive DiorderĀ atau PDD) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan gairah suasana hati yang sangat rendah dan berlangsung secara konsisten selama setidaknya dua tahun. Menurut Hokemeyer, saat mengalami ini kamu akan merasa bahwa segala sesuatunya seolah-olah terasa lebih berat untuk dilakukan daripada seharusnya.

5. Melankolia

Jenis depresi ini tergolong parah dan menimbulkan gejala fisik. Penderita melankolia biasanya bergerak lebih lambat dan cenderung memiliki suasana hati yang tertekan. Selain itu, penderita melankolia juga kerap mengalami kehilangan kesenangan dalam segala hal di aspek kehidupannya.

(Dea Rizky Ramadhan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *