Karena Asap Timbulkan Bau, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Gunung Sindur Kembali Ontrog Perusahan Bata Hebel

Headline1.6K views

BOGORONLINE.com, GUNUNGSINDUR – Puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur, kembali bereaksi karena kepulan asap yang diduga berasal perusahan bata ringan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Warga yang didominasi kaum hawa melakukan aksi spontan di gerbang PT Acon tepatnya di Jalan raya Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Dalam aksinya warga menutup pintu gerbang perusahan tersebut.

Menurut warga kepulan asap berdebu yang berasal dari perusahan bata hebel PT Acon Indonesia menimbulkan bau menyengat hingga sesak nafas dan pusing-pusing pada kepala.

“Kepulan asap itu ada lagi, tadi asapnya keluar dari PT Acon, melalui pepohonan bambung yang ada didalam perusahan. Asap baunya menyengat, membuat kepala pusing saat menghirupnya,” keluh Rohmah (37) warga Desa Curug saat di PT Acon Indonesia, Selasa (29/12).

Rohmah mengatakan, asap yang berasal dari perusahan bata hebel itu, sangat mengganggu pernafasan, membuat pusing dan bau serta bising dari PT Acon Indonesia.

Bahkan kata dia, jalur mediasi dengan pihak perusahan yang difasilitasi oleh pemerintah desa dan Kecamatan, kepolisian, serta DPRD, tidak ada solusinya.

“Kami warga ingin PT Acon ini ditutup karena sudah sangat mengganggu, tidak seharusnya perusahan ini berada di permukiman warga. Seharusnya perusahan ini berada di kawasan industri, bukan berdekatan dengan rumah warga, ” katanya.

Menanggapi hal tersebut HRD PT Acon Indonesia, Andi membenarkan kejadian kepulan asap berasal dari perusahan ini. Namun kata dia, kejadian itu disebabkan adanya keretakan pada sambungan cor-coran sehingga uap airnya keluar.

“Ketika kita mengetahui kita langsung menutupnya, dan sekarang sudah tidak ada lagikan. Asap itu ada hanya itu saja, sekarang sudah beberapa jam bahkan sudah lama tidak ada, “katanya.

Andi juga mengutarakan, kepulan asap yang dikeluhkan warga tidak berbahaya karena tahapan uji laboratorium sudah dilakukan dari pihak swasta, Pemda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kementrian Lingkungan Hidup dan hasilnya sudah keluar.

“Asap itu tidak berbahaya, kalau berbahaya kita sudah ditutuplah, setiap ada keluhan dari warga kami selalu melakukan uji labnya dan hasilnya tidak berbahaya. Bahkan uji lab dari tujuh hari yang lalu hasilnya sama,” pungkasnya. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *