by

Waduuh, IPPT Kavling Azzahra Hills Sukamakmur Diduga Palsu

BOGORONLINE.com, SUKAMAKMUR – Kavling siap bangun Azzahra Hills, Villa, Hotel dan Resort di Kampung Cikukulu, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, mulai diserbu konsumen. Kavling yang dibangun PT. Azzahra Mulia Karya milik Kepala Desa (Kades) Sukamakmur Ujang Sunandar bersama Encep Ma’mun dan Siti Marpupah itu, sebagian konsumennya anggota baju coklat.

Semangat berinvestasi para konsumen, sepertinya tidak memperhatikan lagi persyaratan yang harus ditempuh oleh pengusaha. Karena, selain posisinya yang sangat strategis, iming-iming marketing kepada konsumen, menjadi daya tarik terhadap lahan yang mereka tawarkan. Padahal, persyaratan pembangunan dan penjualan kavling, salahsatunya harus mengantongi Surat Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Naas, IPPT yang dikantongi Azzahra sebagai salah satu persyaratan penggunaan lahan untuk mendirikan kavling tersebut, diduga palsu. Pasalnya, data yang ada pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berbeda dengan data yang dikantongi Azzahra.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor Dace Supriadi mengaku belum pernah mendengar apalagi menandatangani IPPT atas nama Cecep Saipul Amri. Dirinya heran, perusahaan itu bisa mengantongi surat-surat yang menyerupai asli, didapat dimana.

“Seingat saya, belum pernah menandatangani IPPT yang di mohon oleh kavling villa Azzahra. Kalau dia sudah punya, ada indikasi palsu. Kalau memang itu dilakukan pihak kavling, saya akan turunkan tim untuk menindaklanjuti,” tegas Dace saat dikonfirmasi melalui telephon sellular, Sabtu (26/12).

Data pada DPMPTSP, salah satu IPPT milik Azzahra atas nama Cecep Syaipul Amri adalah milik Ricky Marjanti yang terletak di Kampung Curug Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Terkait kesimpangsiuran data, pemilik PT Azzahra Mulia Karya, Ujang Sunandar mengatakan bahwa yang mengurus persyaratan dan perijinan ada orang dinas. Namun tidak dijelaskan nama dan dinas yang mengurus surat tersebut. “Yang ngurus, orang dinas,” singkat Ujang melalui sambungan WhatsApp. (Soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *