by

Youtube Sebagai Wadah Kreativitas & Bisnis

Perkembangan Teknologi dan Sosial Media

Berkembangnya teknologi pada dewasa ini memang tidak dapat dipungkiri dan dapat menjadi pengaruh besar terhadap kehidupan. Media sosial timbul karena teknologi yang dimiliki pada zaman ini begitu canggih dan hal tersebut disebabkan oleh adanya revolusi industri 4.0 dan dianggap dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengemban diri pribadi.

Dalam internet tentu adanya media sosial yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat terutama generasi millenial selain sandang, pangan, dan papan. Jejaring sosial seperti Youtube, Instagram, WhatsApp, Twitter, Facebook, dan lain-lain merupakan hal yang paling banyak diunduh masyarakat dan saat ini yang sering digunakan salah satunya merupakan aplikasi Youtube.

Gambar 1. Persentase Penggunaan Media Massa (https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fentrepreneur.uai.ac.id%2F3-fakta-menarik-dari-riset-google-tentang-perkembangan-youtube-di-indonesia%2F&psig=AOvVaw0biO8vnI9PwryhJHE8PnzG&ust=1607236542265000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCND_gJrmt-0CFQAAAAAdAAAAABAD)

YouTube merupakan media yang sangat cocok untuk masyarakat yang ingin mencari informasi tanpa harus membaca artikel, karena YouTube mengandung informasi berupa video yang rata-rata masyarakat lebih menyukainya ketimbang harus membaca. Perkembangan Youtube di Indonesia pada saat ini semakin pesat, karena jumlah pengguna YouTube di Indonesia yang setiap harinya mengalami kenaikan sehingga popularitas. YouTube diproyeksikan akan terus meningkat bahkan riset yang telah dilakukan oleh Lembaga Pasar Statistika memprediksi bahwa jumlah penggunanya akan mencapai angka 1,8 miliar orang pada tahun 2021 nanti.

Secara umum, masyarakat Indonesia yang mengakses aplikasi tersebut berpendapat bahwa YouTube sangat memberikan kemudahan dalam mencari sesuatu atau konten-konten yang menarik dengan topik yang beraneka ragam, dan jumlah jam konten yang diunggah dari Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun. Berhubungan dengan konten, tentu di YouTube sendiri memiliki konten yang disuguhkan dalam bermacam-macam genre. Ada horror, video log atau sering dikenal vlog, social experiment, dan lain-lain.

 

Media Baru dan Masyarakat Virtual

Dewasa ini, masyarakat menjadi sangat ketergantungan karena fasilitas yang ditawarkan dalam dunia maya untuk melakukan komunikasi semakin banyak, dan hal tersebut merupakan salah satu sebab mengapa masyarakat sekarang lebih menyukai pola komunikasi dengan menggunakan media sebagai perantaranya dibandingkan pola komunikasi pada umumnya atau biasa disebut tatap muka.

Dengan adanya media baru saat ini, terdapat juga teori yang berkaitan dengan new media ini. Salah satunya yaitu konvergensi media yang diteliti oleh Henry Jenkins pada tahun 2006. Dalam buku “Convergence Culture: Where Old and New Media Collide” menjelaskan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat. Konvergensi media itu sendiri terkait dengan perkembangan teknologi, terutama transisi dari analog ke teknologi digital. Internet dengan platform berbeda telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat. (Jenkins, 2006).

YouTube menjadi salah satu media massa yang akan digunakan dalam jangka yang panjang hingga masa depan karena konvergensi media didefinisikan sebagai penggabungan media massa dengan teknologi digital yang muncul ditambah dengan masyarakat virtual yang selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada karena dalam jurnal “Motif Remaja dalam Menggunakan Media Baru (Studi Pada Remaja di Daerah Sub-Urban Kota Bandung)” para remaja memilih handphone sebagai pilihan pertama alat dalam mengakses internet melalui media baru yaitu sebesar 70,33%. (Pramiyanti et al., 2014)

Perkembangan teknologi dan informasi memang dijadikan salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara. Suatu negara akan maju jika teknologi yang mereka miliki sudah sangat canggih dan bersifat merata. Berbeda dengan negara-negara yang masih berkembang yang belum cukup memiliki teknologi yang memadai dan belum merata.

Kreativitas Tanpa Batas!

Adapun dampak-dampak yang disebabkan oleh Youtube, beberapa contoh dampak positive dari Youtube yaitu sebagai media pembelajaran. Selain itu, Youtube juga membuat menjadi lebih berpikir kreatif karena dengan seringnya menyaksikan Youtube dengan konten yang bermanfaat serta beredukasi dapat membantu atau dapat menjadikan pikiran lebih terbuka sehingga mendapatkan banyak referensi untuk berkreativitas.

Selain itu, cara-cara yang efektif dalam membuat konten menurut Husnun Azizah (2020) dalam jurnalnya yang berjudul “KONTEN KREATIF YOUTUBE SEBAGAI SUMBERPENGHASILAN DITINJAU DARI ETIKA BISNIS ISLAM (Studi Kasus Youtuber Kota Metro)” diantaranya: a) Kumpulkan ide, serta melakukan riset serta membuat konsep untuk menghasilkan suatu konten yang menarik. Mulai dari thumbnail, judul video, jangka waktu setiap kali posting. b) Menghasilkan konten yang benar-benar sesuai dengan identitas dan branding yang diinginkan. c) Terus berusaha untuk memenuhi tujuan yang disepakati dari sebuah konten. d) Evaluasi konten yang telah ditayangkan, memperhatikan setiap hasil posting, apakah viewnnya naik – stabil – turun.

 

 

Semangat Berproses!

Dengan begitu, para millenial dapat memanfaatkan peluang sebaik-baiknya dengan membentuk kreativitas tanpa batas, seperti halnya membuat konten yang belum pernah ada sebelumnya sehingga dapat menarik perhatian para penonton dan menaikkan jumlah viewers. Namun, meskipun bekreasi tanpa adanya batasan ruang dan waktu tetapi harus tetap mampu mengontrol diri agar tidak keluar dari batas norma dan etika.

Selain itu, peluang untuk menjadi Youtubers terkenal harus mempunyai kreativitas dan inovasi baru dalam penyampaian cerita melalui iklan seperti serial bersambung salah satunya. Karena jika sudah memiliki kreativitas dan inovasi yang cukup, tidak sedikit e-commerce yang mengajak anda untuk bekerja sama yang akan menghasilkan simbiosis mutualisme. E-commerce memanfaatkan Youtube karena iklan yang ditunjukkan sudah pasti tersampaikan kepada masyarakat yang menonton.

 

Oleh: Ajeng Vinka / A / L100170014

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *