by

DPRD Pertimbangkan Gunakan Hak Inisiatif Bentuk Perda Peningkatan Status Puskesmas

CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mempertimbangkan lembaganya akan menggunakan hak inisiatif untuk membentuk Peraturan Daerah Tentang Peningkatan Status Puskesmas menjadi Rumah Sakit (RS) tipe D. Hal ini dikarenakan sampai hari ini, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memasukan peningkatan status puskesmas ke dalam Proyeksi Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun ini.

“Peningkatan status Puskesmas menjadi rumah sakit tipe D ini sangat penting, terutama di masa pandemi COVID-19,” ujarnya.

Rudy mengaku, melalui rapat-rapat koordinasi dan dengar pendapat, lembaganya sudah berulang kali meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memasukan peningkatan status Puskesmas ke dalam Propemperda. Rudy mendapat informasi, dari 101 Puskesmas, ada 30 Puskesmas yang sudah layak ditingkatkan statusnya. Namun, dari belasan rencana pembentukan Perda yang diajukan Pemerintah Daerah ke DPRD, belum ada rencana pembentukan Perda tersebut. “Kami sedang pertimbangkan menggunakan hak inisiatif dewan, untuk peningkatan status Puskesmas menjadi RS tipe D, dan mungkin beberapa Perda krusial lainnya,” kata dia.

Menurut dia, dengan meningkatnya status puskesmas akan ada peningkatan kapasitas pelayanan. Harapan Rudy, nantinya seluruh Puskesmas yang meningkat statusnya menjadi RS tipe D, bisa menyediakan ruang isolasi untuk pasien COVID-19. “Kabupaten Bogor ini kan ada 101 Puskesmas, kalau masing-masing menyediakan 5 ruang rawat inap saja sudah cukup banyak, ” katanya.

Selain itu, Pemerintah tidak perlu dipusingkan dengan ketersediaan SDM, karena di tiap Puskesmas sudah tersedia tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat. Sarana pendukung lainnya, juga sudah cukup memadai. “Ini juga sesuai dengan Panca Karsa, yakni Karsa Bogor Sehat. Puskesmas menjadi RS tipe D, juga akan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” cetusnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat penggunaan ruang isolasi pasien COVID-19 di RS wilayahnya mengalami overkapasitas, yakni 91,3 persen.

“Intinya sudah kewalahan. Karena pasien harus terus dilayani. Makanya kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk penambahan lokasi isolasi pasien COVID-19,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Achmad Zaenudin.

Pria yang akrab disapa Zein itu menyebutkan bahwa standar maksimum penggunaan ruang isolasi pasien COVID-19 yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 60 persen.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *