by

Data Tidak Update, Penyaluran Bansos 2021 Rawan Masalah

Bogoronline.com, Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor akan kembali memberikan Bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Keluarga tidak mampu dan Korban PHK di tahun 2021. Namun, data penerima bantuan yang belum selesai dimutakhirkan rawan menimbulkan masalah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin, merasa khawatir terjadinya kesalahan data penerima yang menjadi buah konflik lantaran sering terjadi bansos yang salah sasaran.

“Penyaluran Bansos memang harus diselesaikan segera, karena kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, akan timbul banyak konflik jika penyaluran Bansos terhambat dan tidak tepat sasaran,” ujar Sekda, dalam Forum Group Discussion (FGD), di Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Kamis (4/3).

Menghindari hal tersebut, kata Burhanuddin, Pemkab Bogor akan melakukan mekanisme koordinasi dan sinkronisasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan.

“Maka kami memandang perlu adanya kegiatan Focus Group Discussion (FGD), untuk membangun kesepahaman dan gerak langkah yang seiring dari semua pihak. Terutama yang terlibat dalam program bantuan sosial baik bantuan sosial pangan maupun bantuan sosial tunai,” ungkapnya.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan Bansos berupa beras kepada 200 ribu KK dengan jumlah 30 kg per KK selama tiga bulan, sehingga total beras yang dibagikan sebanyak 18.000 ton. “Kami juga memberikan bantuan sosial tunai kepada 2.164 pelaku UMKM dan 7.172 orang korban PHK”, terang Burhanudin.

Selain itu, pemerintah pusat telah meluncurkan beberapa Program Jaring Pengaman Sosial diantaranya adalah program sembako dan program bantuan sosial tunai. Adapun bantuan sosial yang teralokasikan di Kabupaten Bogor per-Februari 2021 yakni bantuan sosial tunai sebanyak 218.128 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) 140.454 KPM dan Program Sembako 199.259 KPM.

Program Jaring Pengaman Sosial diadakan untuk menyokong kehidupan kelompok yang rentan. Bantuan sosial digulirkan agar seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang mengalami guncangan dan kerentanan sosial ekonomi dapat tetap hidup secara wajar. (eg/Kom)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *