BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pengurus RT 04/013 bersama Warga Cluster Jayadewata menginisiasi melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan untuk mencegah berkembangnya penyebaran nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan perumahan Cluster Jayadewata Pakuan Regency, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Ahad (27/06/2021).
Langkah tersebut dilakukan Pengurus lantaran, di Cluster Jayadewata ini sudah ada yang menjadi korban gigitan nyamuk pembawa virus dengue. Sehingga, bibit-bibit nyamuk Aedes Aegypti harus diberantas.
Kegiatan fogging diawali Silaturahmi dan diskusi dengan PLT Camat Bogor Barat Irman Khaerudin didampingi Agus Suwondo Lurah Balumbang Jaya dan Alfi Syahril Ketua RW 013 beserta jajaran Pengurus RT 04/013
Kepada Warga Cluster Jayadewata dalam sambutannya, Irman menyampaikan, dirinya merasa senang bisa bertatap muka dengan perwakilan warga Cluster Jayadewata.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan fooging yang dilaksanakan Pengurus RT dan warga, upaya pencegahan penyakit DBD perlu dilakukan, agar virus yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu tidak menjangikiti warga. Diharapkan warga bisa terhindar dari penyakit DBD di tengah pandemi Covid-19. Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar lakukan pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata Irman.
Ditempat yang sama, Bang Adi Ketua RT 04/013 mengatakan, saat ini Pengurus RT bersama warga Cluster Jayadewata tengah menggalakkan hidup bersih dan sehat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air tempat perkembangan nyamuk, begitupun di dalam rumah dengan gerakan 3M Plus. Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara difogging adalah upaya pencegahan virus BDB.
“Hari ini, Pengurus bersama warga melakukan fogging sebagai bentuk ikhtiar kepedulian terhadap warga atas pencegahan kasus merebaknya DBD. Kami ucapkan terima kasih kepada warga sebagai eksekutor fogging yang dilaksanakan secara mandiri dan semoga upaya serta usaha bersama ini terus bermanfaat untuk orang banyak, apalagi setelah adanya pandemi Covid-19 ini, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) warga sangat tinggi,” ungkap Adi.

Adi menambahkan, upaya preventif harus dilakukan semua pihak untuk mencegah munculnya DBD, terutama di lingkungan perumahan, dan upaya selain itu adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, menguras, menutup, dan mengubur barang bekas terutama yang berbentuk cekung ditambah dengan abatisasi, memelihara ikan kecil agar bisa memakan jentik nyamuk.
“Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah metode pengendalian faktor penyebab penyakit DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi insektisida,” bebernya.
“Semoga seluruh warga Cluster Jayadewata selalu sehat wal’afiat serta dalam lindungan-Nya. Untuk agenda selanjutnya akan dilakukan penyemprotan disinfektan bekerjasama dengan Pemkot Bogor,” Adi menutup.
Perlu diketahui bahwa penyakit demam berdarah umumnya menyebar melalui nyamuk Aedes Aegypti dengan ciri-ciri belang-belang putih di sekitar tubuh dan kaki dan nyamuk ini menularkan virus dengue penyebab demam berdarah ke manusia melalui gigitan kecilnya ke dalam kulit. (Nai)





