BOGORONLINE.com, Kota Bogor -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mencatat volume sampah mengalami peningkatan di masa pendemi Covid-19. Timbulan sampah terbanyak dihasilkan dari rumah tangga.
“Untuk volume sampah dengan adanya PPKM jumlahnya semakin banyak, karena orang banyak di rumah sehingga menimbulkan sampah,” kata Kepala Bidang Persampahan pada DLH Kota Bogor, Feby Darmawan kepada awak media, belum lama ini.
Ia menyebut bahwa selama ini timbulan sampah hampir 60 persen didominasi dari rumah tangga. Sedangkan sisanya dihasilkan dari non pemukiman, seperti di antaranya pusat perbelanjaan atau rumah makan.
Berdasarkan catatan DLH, kata dia, volume sampah itu menunjukkan peningkatan pada Juni, dimana rata-rata per hari mencapai 556,7 ton. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dua bulan sebelumnya.
“Sebelumnya di bawah itu, bulan April 551 ton, turun bulan Mei 539 ton per hari. Di bulan Juni ada kenaikan, tapi tidak signifikan,” urai Feby.
Feby juga menjelaskan, sejumlah volume sampah tersebut yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Untuk pengelolaan dan mengurangi sampah tidak terangkut ke TPA Galuga, DLH menggulirkan program tempat pengelolaan sampah (TPS) reduce reuse dan recyle (3R).
Selain TPS 3R, pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga melalui Bank Sampah khusus untuk sampah unorganik. Saat ini, ada 27 titik TPS 3R dan Bank Sampah yang tersebar di wilayah Kota Bogor.
“Di kantor (DLH) juga buat TPS 3R Paledang berbasis aparatur. Di bulan Juni dari 3.368 kilogram sampah organik yang masuk ke TPS, sisa reduksi tinggal 484 kilogram,” pungkasnya. (Hrs)





