Dewan Jabar kecewa, Bankeu RSUD Bogor Utara Tak Terserap Maksimal, Pemda Malah Pinta Bantuan Lagi

 

 

Parung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengaku kecewa dengan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor Utara di Desa Cogreg, Kecamatan Parung saat melakukan peninjauan proyek pada 11 Mei 2022 lalu.

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Prasetyawati menanyakan keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor sebagai leading sektor pada Proyek tersebut.

 

Kekecewaan itu menyusul adanya rencana pengajuan anggaran kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sekitar Rp230 miliar untuk melanjutkan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara itu.

 

Padahal, kata dia, bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Jawa Barat yang dialokasikan untuk pembangunan tersebut sebelumnya tidak terserap maksimal.

 

“Untuk pembangunan RSUD Bogor Utara Gedung A yang nilainya Rp93,6 miliar belum selesai, padahal sudah diberikan addendum selesai pada awal Bulan April lalu,” kata Prasetyawati.

 

Berdasarkan hasil peninjauan, dia menyebutkan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Jaya Semanggi Enjineering hingga saat ini baru sekitar 89 persen dengan sanksi denda Rp93 juta per hari.

 

“Sudah diberikan kompensasi waktu dan addendum, hingga waktunya selesai kok masih ada pekerjaan yang masih dikerjakan. Kami disini juga mempertanyakan dasar hukum kelanjutan pekerjaan tersebut,” tegasnya.

 

Dua pun meminta, agar RSUD Bogor Utara bisa segera dioperasikan dan Pemkab Bogor menganggarkan untuk pengadaan alat kesehatan, pembangunan sarana jalan dan lainnya.

 

“Dinkes harus menganggarkan pengadaan alat kesehatan, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) dan Dinas Perhubungan (Dishub) harus membangun akses jalan dan membuat lampu penerangan jalan umum (PJU),” cetusnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan, pengajuan anggaran dilakukan untuk meneruskan proses pembangunan RSUD Bogor Utara.

 

Menyoal progres pekerjaan, Mike mengaku sudah meminta penyedia jasa untuk mengerjakan dan menyelesaikan pembangunan sesuai perjanjian.

 

“Kami sudah minta pekerjaan cepat diselesaikan. Entah itu dengan penambahan pekerja atau seperti apa. Intinya kami ingin pekerjaan cepat selesai,” kata Mike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *