BogorOnline.com – Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com pada Minggu (2/10/2022), hal itu pun dirasakan dari keluarga Syifa.
Siapa yang rela melihat sosok anak yang selama ini dicintai hingga dikasihi mendadak tewas begitu saja.
Syifa merupakan salah satu dari ratusan jiwa korban yang harus kembali ke sang pencipta.
Jeritan histeris sang ibunda terdengar saat dirinya menemukan putri kesayangannya sudah terbujur kaku di RS Wafa Husada Malang.
“Anakku Syifa, anakku, Pak Jokowi, bubarkan sepak bola. Sudah tidak sudah sepak bola, bubarkan! banyak korban,” teriak ibu korban sambil menjerit-jerit.
Melihat insiden itu, Ayah kandung Syifa tampak menenangkan istrinya yang syok berat.
Bahkan, Ayah Syifa juga memeluk erat sang istri yang tak bisa menahan emosi hingga meronta-ronta.
Masih di lokasi yang sama, seorang pria juga berterik histeris lantaran mengingat sang anak, Geby ikut turut menjadi korban tewas kericuhan Kanjuruhan.
“Anakku mati, anakku entek!,” teriaknya.
“Anakku loro entek kabeh. (Anakku dua habis semua),” jeritnya.
Bahkan, pria paruh baya itu juga mengungkap ke tidak relaannya sang anak yang di tembaki gas air mata hingga harus meregang nyawa.
“Aku tidak rela, tak goleki (aku cari) sing (yang) nembak. Kudu digoleki (harus dicari),” ungkapnya seolah menyalahkan aparat.
Sementara sampai saat ini, keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit untuk mengidentifikasi sanak saudaranya.
Kronologi
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta membeberkan kronologi Tragedi Stadion Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang menelan ratusan korban jiwa, Sabtu (1/10/2022) malam.
Irjen Nico Afianta menjelaskan, biang kericuhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter Aremania terhadap hasil kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor 2-3.
“Selama pertandingan tidak ada masalah. Masalah terjadi ketika usai pertandingan,” kata Irjen Nico Afinta dikutip Surya Malang.com.
“Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah.” sambungnya.
“Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah kalah di kandang sendiri melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Irjen Nico Afianta saat gelar rilis di Polres Malang, Minggu (2/3/2022) dini hari.
Irjen Nico Afianta menambahkan, motif para suporter Arema FC turun ke lapangan juga dengan maksud berusaha mencari pemain dan official Arema FC.
“Mereka bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Persebaya),” tuturnya.
Tak ingin kejadian kericuhan menjadi runyam, Irjen Nico Afianta menerangkan jika petugas pengamanan kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan. Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.
“Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata,” terangnya.
Kericuhan suporter Aremania pasca Arema FC cala tela dari Persebaya dengan skor 2-3 pada Sabtu (1/10/2022) malam. Imbas kerusuhan ratusan korban jiwa luka-luka hingga meninggal dunia. Luka rata-rata dialami korban di Bagian Kepala hingga alami trauma. (Kolase Kompas TV)
“Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil,” papar Nico.
Penumpukan suporter kemudian memicu berdesakan hingga membuat tragedi maut tersebut terjadi.
“Suporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12. Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen,” jelasnya.
“Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit,” lanjutnya.
Peristiwa berdesakannya para suporter ditambah dengan adanya gas air mata harus dibayar mahal.
Insiden tersebut membuat 127 nyawa melayang. Dua korban tewas di antaranya anggota Polri.
“Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan. Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan,” ungkap Nico.(rul)
Sumber:https://bogor.tribunnews.com/amp/2022/10/02/anakku-mati-semua-jerit-ayah-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-tak-rela-anak-ditembak-gas-air-mata





