BOGORONLINE.com – DPD Partai NasDem Kota Bogor telah mendaftarkan 50 bakal calon legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, pada Kamis (11/5/2023).
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Partai NasDem Kota Bogor Benninu Argoebi dan Sekretaris Devie Prihartini Sultani tiba di Kantor KPU Kota Bogor Jalan Senam, Kecamatan Tanah Sareal, sekitar pukul 11.45 WIB.
Salah satu bacaleg yang hadir dalam pendaftaran itu adalah Muhammad Hanafi dari daerah pemilihan (Dapil) Bogor Selatan.
Hanafi yang merupakan putra daerah asli Ranggamekar ini bertekad jika terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bogor nanti ingin membawa perubahan untuk Kota Bogor khususnya Kecamatan Bogor Selatan.
Untuk itu, Hanafi memiliki beberapa program yang ia bawa jika duduk di parlemen nanti, di antaranya program pembangunan infrastruktur, pelatihan kerja, modal usaha untuk guru ngaji atau pondok pesantren, toko sembako di setiap kelurahan, pendidikan dan kesehatan.
“Untuk program infrastruktur, saya akan mengusulkan program pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah pemilihan. Program ini akan mencakup pembangunan jalan raya, jembatan, dan sarana transportasi publik untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat,” ucap Hanafi, Kamis (11/5/2023).
Kemudian untuk program kerja, dirinya akan mengusulkan program pelatihan kerja bagi pemuda dan masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka.
“Program ini akan membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di wilayah pemilihan,” ungkap dia.
Selain itu, lanjut Hanafi, dirinya juga akan mengusulkan program modal usaha untuk guru ngaji dan pondok pesantren. Nantinya, program ini akan membantu kesejahteraan para guru ngaji, agar bisa selalu istiqomah dan ikhlas dalam memberikan ilmu agama di tengah masyarakat.
“Saya juga akan mengusulkan program toko sembako di setiap kelurahan, program ini di khususkan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu, dan nantinya toko ini memberikan fasilitas jual harga grosir tanpa keuntungan dan bisa dilakukan pembayaran cicilan melalui pengurus wilayah, program ini akan menciptakan wilayah tanpa rentenir dan bank keliling, sehingga menghindari masyarakat untuk terlilit hutang,” jelasnya.
Untuk pendidikan, dijelaskan Hanafi, di Kota Bogor masih banyak anak yang putus sekolah. Oleh karena itu, dirinya akan menekankan agar anak putus sekolah bisa melanjutkan sekolahnya melalui program PKBM atau Kesetaraan. Sehingga nantinya bisa memiliki ijazah dan siap untuk kerja.
Selain itu, tambah Hanafi, banyaknya pelaku usaha UMKM pemula yang perlu bimbingan atau pelatihan keterampilan. Untuk itu, dirinya berjanji bakal siapkan lembaga pelatihan atau pembimbing.
“Pokoknya saya hadir untuk menjawab keresahan masyarakat. Saatnya kota Bogor it’s time Restorasi,” pungkasnya.





