Cibinong, BogorOnline.com – Guna melestarikan kebudayaan Sunda, SMAN 3 Cibinong (Smantic), Kabupaten Bogor, melakukan project prosesi pernikahan adat sunda yang diperankan oleh siswa dan siswinya dikelas X (10), pada Jum’at (26/5/23).
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3 Cibinong, Asep Anwar mengatakan, project penguatan Pancasila atau P5 di SMAN 3 Cibinong itu, merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam rangka implementasi kurikulum merdeka atau IKM.
Menurutnya, yang dimaksud P5 sebagai upaya untuk mewujudkan pelajaran pancasila yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri.
“Yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa. Berkebhinekaan berglobal dengan memiliki karakter yang baik secara gotong-royong, mandiri bernalar kritis dan kreatif,” ujar Asep Anwar kepada wartawan media ini, Jum’at (26/5/23).
Ia melanjutkan, untuk P5 di SMAN 3 Cibinong sendiri dilaksanakan dalam mengembangkan juga kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap para siswa-siswi. Melalui pembelajaran, lanjutnya, kepada rekan-rekan murid dikelasnya, guru bahkan sampai ke tokoh masyarakat sekitar dengan menganalisis isu-isu hangat yang terjadi dilingkungan setempat.
“P5 juga merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan sekitar sekolah. Kurang lebih seperti itu, tujuan dari P5 dan sasaran P5 yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Cibinong,” paparnya.
Sementara itu, salah satu koordinator project kelas 10 SMAN 3 Cibinong, Dita Hirama menuturkan, jika kegiatan yang dilakukan para murid kelas 10 SMAN 3 Cibinong dengan tujuan untuk melestarikan budaya Sunda dari kabupaten Bogor khususnya, adalah merupakan giat penilaian hasil akhir project penguatan profil pelajar Pancasila.
Jadi, setelah para siswa dan siswi kelas 10 SMA Negeri 3 Cibinong mengadakan project ini selama kurang lebih dari awal Januari 2023 sejak dilakukannya pelatihan para murid hingga ditampilkan pada Jum’at 26 Mei 2023 ini.
“Usai mereka latihan sejak awal Januari, lalu hasil projectnya mereka tampilkan pada hari ini disekolah,” ungkapnya.
Menurut Dita, saat ini sudah ada empat rombongan belajar (Rombel), mulai dari kelas 10-9 sampai 10-12 yang telah menampilkan hasil dari projectnya tersebut.
Dimana, dari 4 rombel kelas 10 tersebut masing-masing menampilkan project berupa drama musical dengan permainan tradisional Jawa Barat, dan tarian mojang Priangan dan tarian adat serta sungkeman untuk kelas 10-9. Sementara, untuk kelas 10-10 disatu jelasnya yang jumlah siswa dan siswinya cukup banyak mempersembahkan prosesi pernikahan adat sunda sampai diakhiri tarian-tarian hiburan khas Sunda itu sendiri.
“Jadi prosesinya tadi sudah, mulai dari akad nikah dilanjut proses memecahkan telur oleh kedua mempelai yang diperankan oleh murid kelas 10-10, habis itu ada saweran juga terus tariannya itu manuk dadali serta ada pencak silat,” beber dia.
Lebih jauh Dita memaparkan, untuk tujuan dilakukannya project penguatan profil pelajar dimaksudkan guna mengenalkan kembali budaya Jawa Barat, dan melestarikan kembali budaya-budaya yang ada di Tanah Sunda supaya kegiatan tersebut dapat bermanfaat kepada para siswa dan siswinya itu sendiri dikemudian hari.
“Juga agar para murid SMAN 3 Cibinong bisa mengenal lebih dalam tentang budaya Sunda, seperti tarian-tariannya tersebut,” imbuh Dita.
Ia juga mengungkapkan, project penguatan profil pelajar yang diterapkan SMA Negeri 3 Cibinong, juga merupakan dari kurikulum sekolah penggerak yang dimana pihak sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut diwajibkan memiliki project seperti ini.
“Sebenarnya project di sekolah kami ini, dari kelas 10-1 sampai 10-12. Tapi yang saat ini cuman 10-9 sampai 10-12, yang lain ada dikelas mereka (murid) juga menampilkan tentang kearifan lokal,” tuturnya.
“Dan project ini sudah kami lakukan sejak diberlakukannya kurikulum sekolah penggerak ole SMAN 3 Cibinong pada tahun 2022, jadi tahun ini sudah masuk tahun kedua untuk kelas 10 dan kelas 11,” terangnya lagi.
Tak lupa Dita sampaikan harapnya, agar project ini bisa terus bermanfaat bagi siswa dan masyarakat, serta dapat mengenalkan budaya sunda, tentang kearifan lokal asli Jawa Barat kepada dunia luas.
“Terus juga, supaya bisa menanamkan nilai profil pelajar pancasila kepada setiap anak didik SMAN 3 Cibinong secara umumnya. Seperti adanya gotong-royong, kreatifitas dan lainnya bagi murid kami ini khususnya,” imbuh dia.
Menanggapi itu, ketua komite SMA Negeri 3 Cibinong, Gerry M Suwaryo menilai, pada dasarnya untuk pihak komite sekolah itu, bukan saja pihak mengumpulkan dana sumbangan dari setiap orang tua murid, namun juga mengawasi semua kegiatan yang ada disekolah.
Termasuk, SMAN 3 Cibinong yang tengah menerapkan kurikulum penggerak pelajar pancasila, diantaranya bagaimana melestarikan budaya Jawa Barat khususnya Bogor agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat dunia yang saat ini telah dilakukan oleh siswa-siswi sekolah Smantic tersebut.
“Maka, dana sumbangan yang bersumber dari para orang tua siswa akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk kegiatan project sekolah Smantic seperti sekarang ini. Karena saya lihat, anak-anak lebih kreatif, saya nilai project ini sangat luar biasa,” tandasnya.





