Warga Kecamatan Rancabungur Bogor, Keluhkan Developer Nakal

Foto : Sumber (Net)

Rancabungur, BogorOnline.com – Masyarakat di dua Desa wilayah Kecamatan Rancabungur, mengeluhkan terkait adanya salah satu developer atau pengembang nakal yang diduga melakukan penipuan terhadap mereka (Masyarakat, red).

Pasalnya, aspirasi itu mencuat lantaran ada beberapa masyarakat di dua Desa yakni, Desa Pasir Gaok, dan Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang tanah kepemilikannya menjadi lokasi proyek perumahan oleh pengembang dari PT. RDP, hingga kini tak kunjung ada pembayaran apapun.

Meski diketahui, jika PT. RDP telah mengakte notariskan tanah lahan miliki warga setempat sampai menjadi jaminan ke salah satu Bank konvensional untuk keperluan peminjaman dana dalam proyek perumahan tersebut.

Parahnya lagi, indikasi lainnya terjadi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan pemilik, baik yang di lakukan developer maupun oknum mantan kepala desa (kades) setempat.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada petinggi PT. RDP berinisial AS melalui pesan instan WhatsApp ke nomor pribadinya tersebut, pada Jum’at 26 Mei 2023, hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. wuihhh anyar yeuh tapi saya minat unitnya kusabab dekeut ka padamelan juragan taah, lainna pengembang di rancabungur eta PT.Graha Indah Kirana ( PT. GIK ) ya setau saya ? ( punya pak sopian dan pak parid ) saya dulu datang ke kantornya di jalan raya kemang keur bade oper kredit di rancabungur ! dan setau abdi mah anu masalah eta PT. Graha indah Kirana anu jieun perumahan di sukadamai nambo kirana arumaya,c terakhir abdi nyaho inpona te acan mayar tanah masyarakat, tapi sertifikat enggeus jadi — kumaha eta teh- ! Abdi ge inget pisan atuhh nanyakeun ka karyawan di kantorna tea baheula kabeh pegawaina beja bogana pak sopian ejeung pak parid PT GIK tah min, kumaha ? jelaskeun atuh paktana kumaha lier abdi teh, PT. RDP teh naon ceunah baheula di canak ku PT GIK atuh ngomong weh PT GIK anu masalah ulah nutupan min ?