Musycab PCM Cileungsi: Merenungi Musyawarah Kita

27 Agustus nanti Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi menetapkan dimulainya Musyawarah Cabang, pesta lima tahunan PCM Cileungsi. Pertarungan kandidat calon ketua PCM pun masuk di babak-babak akhir.

Menurut informasi yang saya dapatkan, telah ditetapkan 75 Bakal Calon Pimpinan hasil rekomendasi Pimpinan Formatur PCM, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Organisasi Otonom (Ortom).

Ternyata banyak Sumber Daya Manusia (SDM) Muhammadiyah Cileungsi yang akan bertarung untuk menempati pimpinan tertinggi PCM Cileungsi.

Yang pasti sebelumnya ruang lobi berlangsung sangat menyala di kalangan Pimpinan Formatur PCM, ranting, dan ortom. Jelas akan lahir banyak harapan dan kekecewaaan yang mengapung dari proses yang telah berlangsung.

Yang harus kita pikirkan sekarang adalah, bukan sekedar menentukan kursi pemenang ketua PCM Cileungsi beserta 12 pimpinan di bawahnya, melainkan kultur Musyawarah kita hari ini dan bagaimana cara-cara kita bermusyawarah. Bermartabatkah cara bermusyawarah kita? Dan ditingkat mana mutu Musyawarah kita?

Yang pasti ini bukan soal kursi PCM Cileungsi tetapi soal asset yang dimiliki PCM Cileungsi. Karena menurut data yang saya ambil dari Web PCM Cileungsi, disana terdapat banyak amal usaha yang meliputi: 4 (Empat) Sekolah taman kanak-kanak, 2 (Dua) Sekolah dasar, 2 (Dua) sekolah menegah pertama, 3 (Tiga) sekolah menegah kejuruan 1 (Satu) sekolah menegah atas, 1 (Satu) perguruan tinggi (Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi), selain itu pimpinan cabang Muhammadiyah cileungsi memilki amal usaha lain seperti Balai latihan kerja Las, Radio, dan PKO Muhammadiyah Cileungsi.

Saya tak tahu berapa total kekayaan yang dimiliki PCM Cileungsi , dan yang pasti jumlahnya milyaran kalau di hitung dari jumlah amal usahanya. Pada akhirnya Musycab tak lepas dari pandangan soal asset-asset itu.

Kalau untuk mengembangkan dakwah ada jabatan yang tidak diperebutkan di PCM Cileungsi, yaitu Bidang Tablig, Sosial dan struktur DKM mesjid -mesjid di Muhammadiyah Cileungsi karena penulis sendiri adalah sekretaris DKM Mesjid Baiturahman ( Mesjid Kampus A PCM Cileungsi) yang sudah 9 tahun menjabat tanpa ada yang mau menggantikan.

Lembar-lembar berita menjelang Musycab sangat riuh. Argumen “Menyelamatkan Persyarikatan”, menyelamatkan dari apa itu juga tidak jelas, kalau perlu diselamatkan berarti ada hal yang mengancam. Apa ancaman itu?

Mungkin memang sekali lagi semua tentang asset, ada yang ingin mengamankan posisi di amal usaha, masuk politik, atau berniaga. Hingga banyak bakal calon yang baru bermunculan ke permukaan.

Kita kader Muhammadiyah harus membangun Musyawarah yang sehat, Musyawarah tanpa fitnah keji dan omong kosong. Juga Musyawarah tanpa membenci dan memuja membabi buta, Musyawarah yang benar, Musyawarah yang berlandaskan sudut pandang Islam.

Semua berhak menjadikan Muhammadiyah kendaraan dakwah, menanam investasi akhirat, tapi memang benar ada yang harus di selamatkan dari persyarikatan kita, yaitu sikap rakus kita, tamak kita sendiri dan mental opresi yang kita miliki terhadap saudara kita.

Mengurus Muhammadiyah adalah mengurus ummat, tak bisa sambil lalu dan harus mempunyai mental merdeka. Apalagi mengurus Muhammadiyah dibarengi dengan mengurus Yayasan pribadi atau yayasan yang Amal Usahanya sama dengan Muhammadiyah , Karena Muhammadiyah adalah amanah dakwah Islam.

Pada akhirnya kita semua harus menyadari bahwa menjadi kader Muhammadiyah adalah rahmat yang harus disyukuri dengan cara menjaga dan dirawat dengan seksama.

Untuk Pimpinan 13 PCM Cileungsi yang terpilih nanti, pastinya akan menjadi ayahanda, maka ingatlah pesan K.H Ahmad Dahlan ” Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *