Cileungsi – Mustofa Idris terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi masa bakti 2022-2027. Adapun Sekretaris Umum dijabat oleh ketua umum sebelumnya, Nasihin, dan Bendahara Umum dijabat oleh Eko Hendro Purnomo dan ditetapkan pula 10 pimpinan lainnya.
Daftar 13 nama anggota PCM 2022 – 2027:
1. Mustopa Idris
2. Nasihin
3. M. Anas Sobarnas
4. Sarfian Effendy
5. Nasrulloh Djaelani
6. Eko Endro Purnomo
7. Suhaswanto
8. Namin AB
9. Kristanto Mulyono
10. Hadid Budiman
11. M. Jatnika Pamungkas
12. Nasikhudin
13. Dendi Komarudin

Seperti yang kita ketahui bersama , Arah Pengembangan PCM Cileungsi adalah sistem Gerakan, Organisasi, Kepemimpinan, dan jaringan. Hal yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran dan rekomendasi hasil Musyawarah Cabang (Musycab) PCM Cileungsi ke- 7 sangat menekankan aspek-aspek penanaman syariat Islam di Internal maupun eksternal persyarikatan.
Tentunya Amanah yang diemban oleh pimpinan 13 ini sangatlah berat karena tidak hanya bertnggung jawab kepada seluruh anggota persyarikatan dalam Laporan Pertanggungjawaban 5 tahun sekali, tetapi pimpinan 13 PCM Cileungsi terikat dengan perjanjian primordial yang telah telah di tetapkan sejak zaman alastu.
Mengurus Muhammadiyah Cileungsi yang begitu besar dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) internal maupun eksternal dan mengurus asset yang besar untuk kemaslahatan ummat itu tugas yang sangat berat jika disambungkan dengan perjanjian primordial sejak zaman alastu tadi. Jelas Pimpinan 13 PCM Cileungsi akan menjadi manusia yang sangat mulia jika berhasil mengemban amanah ini.
Energi yang segar karena di dominasi oleh Angkatan Muda Muhamadiyah (AMM) tentunya menjadi hal yang positif ditambah latarbelakang intelektual yang beragam yang dimiliki sangat menjanjikan arah kebijakan PCM Cileungsi 5 tahu kedepan.
Dari pokok-pokok pikiran hasil Musycab ke-7 itu kita bisa membaca arah kebijakan PCM Cileungsi untuk 5 tahun kedepan, dan ini menjadi sebuah komitmen yang mengikat oleh pimpinan dan warga persyarikatan PCM Cileungsi, salah satu butir pokok pikiran itu adalah
“ Kepemimpinan PCM Cileungsi periode 2022-2027 agar dapat merawat uswah hasanah yang bebas dar kolusi, intrik dan berbagai kepentingan baik pribadi maupun kelompok tertentu”.
Hal itu seperti peringatan bahwa PCM Cileungsi itu memiliki asset yang banyak dan harus berorietasi untuk kemaslahatan ummat bukan pribadi atau kelompok.
Mengerti akan sulitnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari maupun ke dalam kehidupan bermasyarakat, PCM Cileungsi telah menggodok dan menyusun beberapa program untuk mendukung ketercapaian visi persyarikatan yang tengah dinahkodainya.
Untuk mencapai hal itu PCM Cileungsi diberi amanah untuk merumuskan sebuah metodologi dakwah yang efektif, berkelanjutan, dan menyentuh wilayah dakwah akar rumput (PRM) sebagai kekuatan dasar persyarikatan.
misi dakwah Muhammadiyah yang menjadi yang menjadi pokok-pokok pikiran dan rekomendasi hasil Musycab VII selain menyenth aspek internal juga aspek eksternal persyarikatan.
Salah satu point nya adalah “ PCM Cileungsi akan mendesak Pemkab Bogor khususnya kecamatan Cileungsi memberantas segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan dalam seluruh model dan jenisnya dengan menetapkan Peraturan daerah (Perda).
Kita tak pungkiri prostitusi di Kawasan Cileungsi dan sekitarnya sangat marak dibarengi oleh tersebarnya tempat-tempat penjualan miras, PCM Cileungsi harus mendorong Pemkab Bogor agar bisa mengeluarkan perda terkait hal itu, karena implikasi nya sangatlah besar untuk dekadensi moral bangs kita.
“PCM Cileungsi mendesak pemerintah untuk menidakdak tegas para pelaku Lesbian, gay, biseksual, transgender dan Queer (LGBTQ)”
Terkait masalah ekologi khususnya di Kawasan Cileungsi dan sekitarnya “PCM Cileungsi juga diminta untuk mendesak Pemda Kabupaten Bogor untuk memberlakukan perda terhadap perlindungan konservasi dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pertambangan dan eksploitasi SDA”.
Dalam sidang Komisi C juga PCM Cileungsi diberi Amanah untuk mendesak Pemda Kabupaten Bogor untuk “merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tidak menimbulkan permasalahan banjir dan kerusakan lingkungan”.
Sesuatu yang kita sorot bersama dari pencemaran sungai Cileungsi yang dilakukan oleh pabrik-pabrik sekitar sungai yang membuat gorong-gorong ilegal membuat ribuan ikan mati dan warga sekitar selalu mencium bau tak sedap terjadi selama puluhan tahun tanpa tindakan tegas yang berarti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Keputusan musyawirin komisi C yang meminta PCM Cileungsi menindak pencemaran sungai menjadi penting dan relevan dengan kondisi yang ada.
Menjelang tahun politik 2024 dan menanti dimekarkannya Kabupaten Bogor Timur yang masih terganjal moratorium oleh pemerintah pusat, kita bisa membaca arah kebijakan PCM Cileungsi periode 2022-2027 yang sangat relevan dengan rencana-rencana strategis terkait kebijakan politik lokal Kabupaten Bogor.
Seperti Pembangunan Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI) ditandai lewat groundbreaking pembangunan gedung STT Muhammadiyah Cileungsi di atas lahan 1,3 hektare pada Sabtu (12/8) di Jl. Raya Narogong, nomor. 160, Cileungsi Kidul, Bogor, dan ranccangan Rumah Sakit Muhammadiyah Cileungsi adalah dedikasi Muhamadiyah Cileungsi untuk mempersiapkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur.
Arah ini bisa kita lihat dari kontribusi pimpinan Muhammadiyah Cileungsi terhadap wadah persiapan Pemekaran Bogor Timur ( Presidium Bogor Timur) Bersama para elit politik dan unsur-unsur ormas yang ada di Bogor Timur.
Jihad Konstitusi untuk kemasalahat ummat menjadi ciri khas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Modernis. Semoga ayahanda pimpinan 13 PCM Cileungsi periode 2022-2027 diberikan Kesehatan selalu dan dipermudah dalam menjalankan amanah nya. (Bue)





