BOGORONLINE.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata serta ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Bogor pada tahun 2024.
Ketua Kadin Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi mengatakan bahwa dirinya sadar betul potensi yang dimiliki oleh Kota Bogor, khususnya dalam sektor UMKM, pariwisata, dan Ekraf.
Oleh karena itu, lanjut Almer, Kadin Kota Bogor berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait untuk mengembangkan dan meningkatkan sektor-sektor tersebut.
“UMKM ini terus kita genjot karena pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor ini ditopang juga oleh UMKM, kemudian pariwisatanya hingga ekonomi kreatif. Semua saling berkaitan mulai dari UMKM, pariwisata sampai ekonomi kreatif,” kata Almer, Minggu (25/12/2023)
“Khusus untuk UMKM sesuai yang dicanangkan di Rapimkot 2023 itu sudah berjalan, bahkan pelaku UMKM diberikan pelatihan e-Katalog agar mereka bisa menjadi rekanan pemerintah kota secara resmi, termasuk keanggotaan mereka di Kadin Kota Bogor cukup signifikan,” lanjutnya.
Tentunya, di tahun 2024 mendatang, Kadin Kota Bogor berfokus ke UMKM, sebab pihaknya ingin meningkatkan UMKM ditambah dengan sektor pariwisata dan Ekraf.
“Kita berharap juga ke Pemkot Bogor bahwa di tahun 2024 nanti bisa semakin baik berkolaborasi dengan kadin, apalagi Kadin juga sebagai mitra pemerintah yang strategis akan sangat membantu sesuai bidang-bidang yang ada di kadin dan pemerintah kota seperti UMKM, ketenagakerjaan, pariwisata, jasa konstruksi dan sebagainya,” jelasnya.
Selain itu, Almer mengungkapkan, capaian kinerja Kadin Kota Bogor selama tahun 2023, terutama pengembangan UMKM agar bisa terus berkembang. Dalam prosesnya, dirinya mengaku para pelaku UMKM telah diberikan pelatihan e-Katalog lokal.
“E-Katalog lokal ini selaras dengan program Pemkot Bogor. Selain UMKM, kita juga menggenjot bidang ketenagakerjaan yang dikolaborasi dengan program vokasi,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, program vokasi ini baru dicanangkan di level nasional dan provinsi, kemudian diturunkan ke kota atau kabupaten untuk membuat tim vokasi bersama unsur pemerintah daerah.
Adapun yang menjadi sasaran dari program vokasi tersebut, yaitu para pelajar jenjang pendidikan menengah atas atau kejuruan untuk menyalurkan keahlian mereka ke dunia kerja.
Seperti diketahui bersama, kata Almer, sekarang ini pelajar SMK merasa kesulitan mencari pekerjaan ketika sudah lulus. Oleh karena itu, melalui program vokasi ini diharapkan agar mereka yang sudah lulus sekolah memiliki kepastian untuk langsung bekerja sesuai keahliannya.
Sampai saat ini, pelaku UMKM yang telah dibina oleh Kadin Kota Bogor tercatat ada 127 UMKM mulai dari mikro sampai ultra mikro. Sementara berkaitan bidang ketenagakerjaan, Kadin Kota Bogor juga berkerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) hingga industri usaha.
“Dan sampai sekarang program ini masih berjalan dan akan terus ditingkatkan,” tandas Almer memungkas.





