BogorOnline.com-Gunung Putri
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penataan Bangunan I Wilayah Cibinong pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor. Melalui Pengawas bangunan wilayah Gunungputri Sigit mengatakan, masalah pembangunan pabrik ban yang sengaja membuat turap di saluran air berdampak banjir di Jalan Raya Narogong, Desa Tlajungudik. Pihaknya segera melakukan
pengecekan ke lokasi pembangunan secepatnya untuk memastikan pembangunan tersebut melanggar atau tidak. Jika masih ia menjelaskan, ada pelanggaran dalam pembangunan, apalagi tidak memiliki izin mendirikan bangunan, dipastikan akan ditindaklanjuti dengan surat teguran satu, dua hingga tiga.
“Selanjutnya kita serahkan ke dinas, kalau memang melanggengkan dan tidak memiliki izin bangunan,” singkatnya saat dihubungi wartawan belum lama ini.
Sebelumya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melalui Kanit Pol PP Kecamatan Gunung Putri Suharto, pangil pihak Pabrik ban yang sengaja membuat turap di saluran air berdampak banjir di Jalan Raya Narogong, Desa Tlajungudik.

Kanit Pol PP Kecamatan Suharto mengatakan, memang dirinya sudah bertemu dengan pihak perusahan di kantor kecamatan, guna menannyakan masalah
diatas. Dimana dalam pertemuan itu pihak pabrik, sebenarnya ingin membuat bengkel mobil dan membenarkan dilokasi sering banjir ketika hujan datang.
“Kita akan langsung ke lokasi untuk segera mengambil tindakan berupa surat yang dikirimkan ke Pol PP Kabupaten atas, pelanggaran berupa banguan diatas saluran air yang dilakukan okeh perusahan itu, ujarnya saat ditemui Wartawan Rabu (3/01/24).
Pengguna Jalan Raya Narogong, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Keluhkan pembangunan pabrik ban tepatnya di dekat PT. Multi Prima Sejahtera (Champion) yang memakan saluran irigasi hingga membuat banjir.
Hal itu seperti penjelasan dari salah satu pemotor Ipul mengatakan, memang kondisi jalan itu sering banjir saat hujan turun, akibat luapan air dari saluran irigasi yang sempit. Ditambah saat ini ada proyek pembangunan pabrik yang sengaja membuat dinding dan jembat pada lokasi saluran air tersebut.
“Kalau dibiarkan seperti ini ya pasti tambah parah bajirnya, akibat proyek yang sengaja memakan irigasi tanpa melihat dampak lingkungan yang ditimbulkan,” kesalnya saat ditemui Wartawan di lokasi Selasa (2/01/24).(rul)





