Sekdis PUPR Edy: Pabrik Ban Tlajung Udik, Bangun Di Irigasi Bisa Di Bongkar

BogorOnline.com-Gunung Putri

Terkait masalah yang ditimbulkan oleh pembangunan Pabrik ban milik PT.Semesta Transportasi Limbah Indonesia atau PT Putra Mega Purnama tepatnya di dekat PT. Multi Prima Sejahtera (Juara), Jalan Raya Narogong, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berdampak banjir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor melalui
Sekretaris Dinas (Sekdis) Edy Mulyadi mengatakan, pihaknya akan langsung perintahkan Upt infrastruktur irigasi kelas a wilayah 1 dan Upt jalan dan jembatan kalas a wilayah lX segera mengecek lokasi itu. Karena sudah membuat jembatan dan turap pada saluran irigasi yang harus memiliki izin ruang milik jalan (Rumija). Sebab masih ia menjelaskan, sepengetahuan dirinya belum ada kajian teknis yang dikeluarkan dinas, atas pengecoran pada saluran air untuk akses keluar masuk pabrik tersebut.

“Kita Inspeksi mendadak (Sidak) perusahaan itu untuk investigasi dan menannyakan ke si pemilik. Kalau tidak memiliki izin ya dibongkar bangunan yang berdiri di atas drainase,” tegasnya saat di hubungi bogorOnline.com melalaui sambungan telepon pribadinya Rabu (10/01/24).

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna (Katar) Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Hendra Kurniawan mengatakan, dirinya juga sudah bertanya langsung kepada pihak perusahan atas persolan banyaknya pemberitaan negatif, terkait pembangun pabrik tersebut. Namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan dari mereka.

“Kami masih menunggu jawaban dari perusahan yang diduga berdampak bajir hingg ke Jalan Raya,” singkatnya saat dihubungi Wartawa Selasa (9/01/24).

Pembangunan Pabrik ban se enaknya membangun turap dan jembat tepat berada di saluran irigasi yang membuat bajir dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 4, 2015, tentang ketertiban umum (Tibum) dengan ancaman pidana bab lX pasal 39 ayat 1 kurungan 3 bulan dengan denda lima puluh juta rupiah.

Mulai dari Masyarkat dan Kecamatan geram, kali ini pihak Desa Tlajung Udik yang mempersoalkan terkait masalah tersebut seperti penjelasan dari Kepala Desa (Kades) Yusuf Ibrahim mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke pabrik agar secepatnya datang ke kantor guna klarifikasi terkait masalah yang ditimbulkan oleh perusahan itu.

“Kami ambil ketegasan dan bersurat secara resmi ke PT tersebut, untuk klarifikasi,” tegasnya saat ditemui wartawan dikantornya kemarin.(rul)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *