4 Guru Besar IPB University Bakal Orasi Ilmiah

BOGORONLINE.com – Empat guru besar IPB University akan menyampaikan orasi ilmiah pada 11 Mei 2024 mendatang. Keempat guru besar yakni Profesor Iskandar Lubis, Profesor Ika Amalia Kartika, Profesor Rika Raffiudin, dan Profesor Budi Setiawan.

Dalam konferensi pers pra orasi ilmiah secara virtual, Profesor Iskandar Lubis akan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Karakterisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi Nasional”.

Ia mengatakan, bahwa potensi hasil adalah kemampuan tanaman mengekspresikan hasil berdasarkan potensi genetik yang dimiliki, dan besaran hasil tanaman padi ditentukan oleh ukuran sink dan source-nya.

“Ukuran sink atau sering disebut juga kapasitas sink merupakan produk dari jumlah bulir per unit area dikalikan dengan bobot satu bulir padi yang terisi penuh (bernas),” paparnya, Rabu (8/5/2024).

Sedangkan ukuran source untuk pengisian biji terdiri atas karbohidrat non-struktural (NSC) yang diakumulasi hingga fase heading (50% berbunga) dan bahan kering yang diproduksi selama periode pengisian biji.

Sementara Profesor Ika Amalia Kartika dalam pra orasi ilmiah mengatakan dirinya akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengembangan Teknologi Transformasi Komoditas Pertanian Berbasis Minyak Nabati”.

Ia mengatakan, proses transformasi merupakan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk yang tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah.

Bagian terpenting dari proses transformasi adalah memilih bahan mentah dan proses yang tepat untuk mengoptimalkan dan menciptakan keunggulan kompetitif. Proses transformasi juga dapat membuka peluang untuk menciptakan produk-produk baru.

“Pada kasus komoditas pertanian berbasis minyak dan lemak, penanganan bahan mentah dan pengembangan teknologi ekstraksi menjadi kunci dalam proses transformasi komoditas pertanian tersebut,” kata Profesor Ika.

Kemudian, Profesor Rika Raffiudin akan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Pemanfaatan Marka Molekuler dalam Pengelolaan Diversitas Serangga”.

Profesor Rika menjelaskan bahwa penelitian diversitas serangga berbasis molekuler di Kepulauan Indonesia telah dilakukan oleh tim peneliti serangga Departemen Biologi FMIPA IPB berkerjasama dengan banyak universitas dan instansi di berbagai pulau di Indonesia.

Penelitian tersebut adalah variasi genetik pada (1) wereng hijau Nephotettix virescens,  (2) lebah Apis cerana dan (3) lebah hutan A. dorsata. 

Adapun hasil penelitian variasi genetik gen COI wereng hijau Nephotettix virescens yang merupakan vektor virus tungro pada tanaman padi menunjukkan bahwa wereng ini memiliki variasi genetik (haplotipe) spesifik di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.

Sedangkan analisis kekerabatan menggunakan gen COI memperlihatkan populasi wereng hijau dari Sulawesi membentuk satu clade yang terpisah dengan wereng hijau dari daerah Paparan Sunda (Sumatera, Jawa).

“Dengan demikian, gen COI dapat digunakan untuk pemantauan persebaran populasi N. virescens sebagai serangga vektor virus tungro padi,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Profesor Budi Setiawan menyebutkan akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Inovasi Pengembangan Produk Pangan untuk Intervensi Gizi”.

“Pada makalah orasi ini dibahas tentang inovasi pengembangan produk pangan untuk penanggulangan masalah gizi,” kata Profesor Budi dalam paparannya.

Ia melanjutkan, kebutuhan gizi seseorang bisa berbeda tergantung umur, jenis kelamin, aktifitas fisik, status gizi, serta kondisi fisiologis, dan kesehatan seseorang.

“Pangan yang meliputi makanan dan minuman merupakan sumber asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) maupun zat gizi mikro (vitamin, mineral, dan komponen fungsional¬† lainnya),” tandasnya. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *