BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengampanyekan aksi melawan narkoba di wilayahnya. Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) mengadakan talk show bertema ‘Masyarakat Bergerak Bersama Melawan Narkoba, Mewujudkan Indonesia Bersinar’.
Dalam kegiatan itu juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus Kelurahan Bersih Narkoba (Kelurahan Bersinar). Adapun kelurahan yang dikukuhkan, yakni Cimahpar, Katulampa, Sindang Barang, Kebon Pedes, Cikaret dan Babakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Badan Narkotika Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, perkembangan narkoba saat ini mengkhawatirkan dengan jenis-jenisnya yang beragama.
“Kita cukup khawatir dengan kondisi saat ini, katanya di dunia ini ada 900 jenis narkoba dan jenis sintetisnya,” ungkapnya di Auditorium Bima Arya, Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Kamis (27/06/2024).
Dengan demikian, Syarifah berharap kepada para pengurus Kelurahan Bersinar serta pihak terkait lainnya dapat mengenal tata kerja atau tata cara narkoba, dan jenis-jenisnya. Sehingga bisa disosialisasikan kepada warga sebagai upaya pencegahan peredaran narkoba.
Syarifah tidak lupa mengingatkan bahwa peredaran narkoba yang ada saat ini menyasar semua kalangan, bahkan hingga ke anak-anak.
Berdasarkan data Polri, sebanyak 29 persen kecelakaan lalu lintas yang tidak wajar disebabkan narkoba dan dari 10.000 penduduk ditemukan 220 orang yang berumur 15 hingga 64 tahun terpapar memakai narkoba.
“Dibutuhkan keseriusan, kepekaan dan kesensitifan dalam menghadapi serta memonitornya secara bersama-sama,” imbuh Syarifah.
Hal lain juga ditegaskan oleh Syarifah yakni mengenai judi online yang saat ini tengah viral di Kota Bogor.
Syarifah mengatakan bahwa fenomena tersebut menjadi gambaran di tengah situasi kondusif dan tenang berkehidupan ternyata ada ‘kehidupan lain’ di luar nalar yang muncul.
“Ini bukan hanya tugas bagi kita, tetapi juga semua pihak termasuk di dalamnya guru dan pemuka agama memiliki tanggung jawab untuk peduli hal ini. Kondisi saat ini seperti menyadarkan kita bahwa ada yang kurang dalam memberikan ajak-ajakan kebaikan dan harus ditingkatkan, di sekolah maupun lingkungan,” ucap Syarifah.
Sementara itu, Plh Kabag Kesra Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi menambahkan, peringatan HANI yang jatuh setiap tanggal 26 Juni ini menjadi momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang telah menjadi ancaman serius bagi bangsa.
Ia mengatakan, penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda saat ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini dikemudian hari.
“Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun,” ungkap Lia.
Oleh karenanya, sambung Lia, salah satu upaya penanganan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komprehensif dan terintegrasi, perlu strategi membangun ketahanan sosial yang dimulai dari wilayah kelurahan dengan mengoptimalkan peran nilai-nilai kearifan lokal serta peran dari tokoh masyarakat pada wilayah setempat untuk mewujudkan Kelurahan Bersinar.
“Program Kelurahan Bersinar bertujuan menjadikan kelurahan sebagai garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, dan untuk tahun 2024 program ini akan fokus dilaksanakan di enam kelurahan terpilih yang disebutkan Ketua BNK Bogor,” jelasnya.
Pihak Pemkot Bogor juga berharap melalui inisiatif Kelurahan Bersinar, masyarakat dapat hidup sehat, bebas dari penyalahgunaan narkoba, dan menjadi masyarakat yang lebih produktif.
“Kelurahan Bersinar saat ini dapat menjadi contoh positif bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Bogor, bahkan di seluruh Indonesia, dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.





