Bogoronline.com – Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Lewisadeng, Kabupaten Bogor, merupakan desa dengan potensi pertanian yang besar. Namun, dibalik potensi tersebut, desa ini menghadapi persoalan serius terkait masalah lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik kerap menumpuk dan terbawa aliran sungai. Hal ini tak hanya menyebabkan banjir di wilayah hilir, tetapi juga mencemari Sungai Cikaniki yang menjadi sumber air utama.
Dampak dari permasalahan ini sangat terasa. Pencemaran sungai berdampak langsung pada hasil pertanian dan kesehatan masyarakat, serta mengancam ketahanan pangan desa. Menyikapi kondisi ini, Tim KKN-T IPB University hadir dengan membawa solusi inovatif melalui pendekatan agrowisata edukatif berbasis pengelolaan limbah.
Program ini memperkenalkan tiga inovasi sederhana namun dirasa cukup efektif dalam menangani permasalahan limbah. Budidaya maggot untuk limbah organik yang diolah menggunakan metode ember tumpuk, menghasilkan pupuk padat dan cair dalam waktu sekitar tiga minggu. Limbah daur ulang seperti plastik dan logam dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah sebagai bentuk tabungan, sementara residu limbah lainnya yang tidak dapat dimanfaatkan dibakar dengan incinerator sederhana yang didesain minim asap.

Lebih dari itu, Pada hari Kamis, tanggal 24 Juli 2025 Tim KKN-T IPB juga membentuk kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Leuwisadeng, yang diwakili oleh Ibu Hesti. Kolaborasi ini melahirkan inisiatif “Kampung Ramah Lingkungan”, yang bertujuan menjadikan Babakan Sadeng sebagai desa percontohan pengelolaan sampah terpadu. Dengan hadirnya Kampung ramah lingkungan, masyarakat tak hanya belajar memilah dan mengolah sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui sistem tabungan hasil penjualan sampah daur ulang yang bisa dicairkan setiap tahun.
Pembentukan Tim Kampung Ramah Lingkungan juga didukung penuh oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, seperti ketua RT dan RW. Partisipasi aktif dari warga menjadi kunci penting dalam keberhasilan program ini. Kini, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi nasabah Bank Sampah, menabung dari hasil limbah rumah tangga yang sebelumnya hanya menjadi sumber masalah.
Respon masyarakat sangat positif, harapan besar terlaksananya program ini sangat dinantikan, sampah yang dulu hanya menjadi penyebab pencemaran, kini bahkan dari berbagai jenis sampah dapat bermanfaat bagi masyarakat, selain membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, inovasi ini diharapkan juga dapat membantu mensejahterakan masyarakat.
Naskah & Foto Istomewa





