Kecamatan Klapanunggal Monev Pembesaran Domba Bumdes Nambo, Masih Bandel Serahkan Ke Inspektorat

bogorOnline.com-KLAPANUNGAL

Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor segera monev masalah program ketahanan pangan (Ketapang) pembesaran domba Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nambo belum apa-apa sudah merugi dan mati, dari  total dana yang diberikan 200 juta.

Sekretaris Camat (Sekcam) Klapanunggal Iwan Setiawan mengatakan, menyikapi informasi diatas pihaknya akan melakukan monev kecamatan yaitu proses pengawasan, penilaian, dan evaluasi terstruktur yang dilakukan oleh pihak kecamatan terhadap program, kegiatan, dan pengelolaan keuangan di tingkat desa. Guna memastikan kesesuaian dengan rencana, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi, serta memberikan pendampingan dan pembinaan guna perbaikan berkelanjutan.

“Kalau masih badel juga tuntunya akan kita serahkan ke Inspektorat (Instansi Pengawasan Internal Pemerintah) melakukan audit,” tegasnya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya kala itu.

Sebelumnya, pihak BUMDes Nambo terkesan mingkem dan enggan sama sekali menjelaskan. Hal tersebut seperti saat bogorOnline.com mencoba menghubungi Ketua Bumdes Tio Candra baik melaui pangilan WA (WhatsApp) serta Chat WA pribadinya Selasa (13/01/26).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nambo Nesin Minda mengatakan, memang yang mati domba ada dua ekor dari total tiga puluh. Sedangkan
terkait untung ruginya setelah ada penjualan mungkin ada hitungannya.

“Terkait yang mati mungkin kita anggap usaha rugi juga,” katanya saat dihubungi melalui WA (WhatsApp) pribadinya Selasa (13/01/26).

Kepala Desa (Kades) Nambo, Nanang, menjelaskan bahwa dana tersebut telah masuk secara bertahap ke BUMDes dan digunakan untuk menjalankan program pembesaran domba yang berlokasi di RT 09/05. Program ini memanfaatkan lahan seluas 400 meter persegi dan mulai beroperasi dalam hitungan bulan terakhir.

“Dana yang sudah masuk sekitar 200 jutaan untuk pembesaran domba. Saat ini baru berjalan beberapa bulan dan baru membeli lima belas bibit domba,” ujar Nanang saat ditemui bogorOnline.com, di lokasi Selasa (09/13/25).

Nanang menambahkan, bahwa pihaknya belum dapat berbicara mengenai keuntungan karena program masih dalam tahap awal. Fokus sementara adalah menstabilkan operasional dan memastikan perawatan serta pengembangan ternak berjalan baik. Dimana program pembesaran domba ini diharapkan menjadi salah satu penguatan ekonomi desa melalui sektor peternakan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi warga sekitar. Desa menargetkan jumlah ternak dan kapasitas usaha dapat meningkat seiring berjalannya waktu.

“Kita belum bisa bicara soal untung karena baru berjalan,” tambahnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *