BogorOnline.com — Usai viral di media sosial (medsos) Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), Masjid Atta’awun kini menjadi perhatian berbagai pihak. Pengelolaan masjid yang menjadi icon Puncak Kabupaten Bogor ini pun kini diambil alih total oleh PTPN 1 Regional 2 sejak 1 Januari 2026.
Penataan lahan parkir, pengecatan halaman, serta perbaikan dan renovasi masjid terus dilakukan secara bertahap oleh PTPN.
“Upaya ini bertujuan meningkatkan kenyamanan jemaah pengunjung wisata di kawasan Puncak. Sebelumnya, halaman dan parkiran Masjid Atta’awun terlihat kumuh tidak terawat,” ujar Ketua DKM Masjid Atta’awun, Ahmad Kosasih, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurut Kosasih, sejak peralihan pengelolaan tersebut, berbagai perbaikan langsung dilakukan, mulai dari penataan lingkungan hingga renovasi bangunan masjid.
“Alhamdulillah, sejak diambil alih Agro Mas PTPN, kini sudah terlihat perubahan. Penataan dan perbaikan dilakukan di seluruh lingkungan masjid,” bebernya.
Sebelumnya, dikelola pihak ketiga namun perawatan masjid nyaris tidak ada. Kondisi cat dinding dan plafon terlihat kotor, serta area taman dipenuhi sampah.
“Kami berharap pengelolaan oleh PTPN Agro Mas dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam menyediakan fasilitas yang lebih baik, aman dan tertata rapi,” ujarnya.
Penataan lahan parkir dilakukan agar kendaraan wisatawan lebih tertib, Selain itu, pengecatan halaman dan renovasi masjid juga bertujuan menciptakan suasana yang lebih bersih, nyaman dan representatif.
Kosasih memaparkan, renovasi meliputi perbaikan beberapa bagian bangunan masjid, fasilitas, serta area pendukung lainnya. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap.
“Masjid Atta’awun bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat singgah dan destinasi wisata religi. Karena itu, kebersihan, keindahan, dan kenyamanan harus terus dijaga,” tambahnya.
Penataan dan pengaspalan area parkir dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengunjung. Pihak DKM, kata dia, juga berkomitmen menjaga seluruh fasilitas yang telah diperbaiki.
“Kami dari DKM ikut menjaga fasilitas yang ada agar Masjid Atta’awun tetap nyaman dan indah untuk digunakan bersama,” ucapnya.
Kosasih juga mengungkapkan, selama tujuh tahun menjabat sebagai Ketua DKM, pihaknya berterimakasih telah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi untuk karyawan, petugas keamanan dan kebersihan yanh ditransfer lamgsung dari provinsi ke yang bersangkutan.
“Untuk operasional belum ada subsidi. Sumber dana dari operasional diperoleh dari kotak amal dan infaq, diperuntukan untuk perawatan kecil masjid,” tandasnya.
(Acep Mulyana)





