bogorOnline.com-KLAPANUNGGAL
Menyambut puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Tradisi yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya tersebut diawali dengan aksi kepedulian sosial, yakni penyerahan santunan kepada 332 anak yatim dari wilayah sekitar.
Kepala Desa (Kades) Klapanunggal, Ade Endang Saripudin atau yang akrab disapa Gonon mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen moral agar rasa kebahagiaan Kemerdekaan RI dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yatim, sebelum rangkaian perayaan utama resmi dimulai.
”Hal paling utama dan sangat penting adalah memperhatikan orang-orang di sekitar kita terlebih dahulu, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi kemarin.
Penggalangan dana untuk program santunan ini murni berasal dari kepedulian bersama. Selain dukungan mandiri dari pihak panitia dan masyarakat umum, acara ini juga didukung oleh donatur utama Haji Deden, yang secara konsisten memberikan kontribusi besar bagi anak-anak yatim di Klapanunggal.
Rangkaian Karnaval Budaya dan Perlombaan
Puncak kemeriahan perayaan dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, mulai pukul 07.00 WIB. Acara akan diisi oleh kompetisi sengit serta karnaval budaya yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama:
Kategori Sekolah Dasar (SD/MI): Diikuti oleh siswa-siswi dari 6 SD serta MI sederajat se-Desa Klapanunggal yang siap menampilkan kreasi busana dan seni pertunjukan.
Kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP): Menampilkan perwakilan dari 6 SMP di wilayah Klapanunggal dengan berbagai sajian atraktif.
Kategori Pawai Dongdang Antar-RW: Parade kebudayaan khas yang diikuti oleh kontingen dari 15 Rukun Warga (RW) se-Desa Klapanunggal.
Seluruh peserta pawai dan karnaval akan menempuh rute yang dimulai (start) dari Kantor Desa Klapanunggal dan berakhir (finish) di Lapangan Bola Klapanunggal.
Khusus untuk Pawai Dongdang, panitia menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan ajang edukasi budaya untuk mengenang sejarah dan merawat tradisi lokal. Dongdang—hiasan berisi makanan atau hasil bumi yang biasa digotong bersama—merupakan simbol gotong royong serta adat warisan leluhur yang biasa dimunculkan dalam momen-momen penting perayaan masyarakat Sunda.
Mempererat Kerukunan dan Kebersamaan Warga
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan dari tahun pertama hingga ketiga, pihak panitia mencatat adanya peningkatan antusiasme warga yang cukup signifikan. Pesta Rakyat ini terbukti berhasil menjadi wadah pemersatu antarwarga.
Melalui kegiatan ini, harapannya koordinasi dan kerukunan antar-RT serta RW di Desa Klapanunggal dapat semakin kokoh. Pesta Rakyat tidak hanya hadir sebagai hiburan tahunan, tetapi juga sebagai momen untuk meleburkan perbedaan, mempererat tali silaturahmi, serta memupuk semangat kebersamaan seluruh warga Desa Klapanunggal tanpa memandang latar belakang.(rul)





