bogorOnline.com-CITERUREUP
Mahmud Qalaq harus menyimpan rasa pilu saat terbang ke Indonesia beberapa bulan lalu. Anak muda kelahiran Gaza, Palestina itu meninggalkan orang tua dan semua saudaranya saat Zionis Israel menginvasi negara tersebut, berikut serangan membabi buta.
Bersama 21 anak muda Palestina lainnya, Qalaq menjauh dari pusaran perang yang dalam tiga bulan terakhir telah memakan korban hingga 28 ribu jiwa warga Gaza.
Untuk perlakuan Israel yang cenderung pada aksi pembasmian etnis Palestina, harus ada generasi muda yang terselamatkan. Anak muda yang bisa hidup normal termasuk bisa mengenyam pendidikan setinggi tingginya.
Etnis Palestina tidak boleh punah, Palestina tetap harus siapkan anak muda terdidik agar bisa membangun kembali negaranya saat kondisi aman dari konflik.
Seperti itulah yang ada benak Qalaq dan puluhan teman temannya.
Dan untuk tujuan ini, Universitas Pertahanan (Unhan) membuka pintu bahkan berinisiatif menggratiskan seluruh biaya pendidikan berikut biaya hidup 21 anak muda Palestina tersebut. Rapatnya keamanan pintu dan jendela Unhan kini melunak untuk anak muda Palestina agar bisa mendapat pendidikan.
“Ada banyak saudara saya yang meninggal di Palestina, perang meluas di Gaza, Hebron dan Tepi barat, ” kata Qalaq dalam bahasa Indonesia yang belum fasih, diunggah kanal video you tube, warta Kota.
Qalaq mengaku senang ada di Indonesia. Mengikuti pendidikan di Unhan, bisa tinggal dan berbaur dengan orang Indonesia yang terkenal ramah.
Anak muda usia 19 tahun ini, mengambil jurusan tehnil sipil di Unhan. Sebelum sampai ke mata perkuliahan, Qalaq harus berada di laboratorium bahasa untuk belajar bahasa Indonesia setidaknya 8 bulan. Dan hasilnya, Qalaq sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia meski belum terlalu lancar.
Ada 50 orang dari luar negeri yang mendapat fasilitas pendidikan di Unhan. Dan 21 orang berasal dari Palestina.
Selain Qalaq ada perempuan Palestina yang juga tengah belajara di Unhan, namanya Salaf Awad. Wanita kelahiran Hebron Palestina tahun 2005 ini bahkan telah memiliki nama Indonesia, Latifa.
Seperti Qalaq, Latifa terlihat antusias bisa kuliah di Unhan. Latifa yang mengambil jurusan Farmasi mengaku senang ada di lingkungan Unhan. Dan apa yang Latifa suka dari Indonesia, dia mengaku sangat suka dengan masakan Indonesia.
Banyak harapan yang akhirnya mereka bisa dapat. Kuliah di Unhan, meski terpisah dari orang tua, sanak saudara yang tiap hari jiwanya terancam oleh peluru Israel.
Mereka datang ke negara aman seperti Indonesia meski suatu saat bisa pulang ke Negaranya.
Belum ada kejelasan kapan Israel akan benar benar berhenti membantai warga Palestina. Sebab kalau sebelumnya banyak menghabisi warga Gaza di bagian utara, tentara Israel sudah rencanakan menyerbu kawasan Rafah, Gaza Selatan. Kawasan ini dihuni sekitar 1,3 juta warga Palestina yang hidup di tenda tenda pengungsian.(rul)
Sumber:https://poscyber.com/ditengah-konflik-puluhan-anak-muda-palestina-ini-terbang-ke-indonesia-kenapa/





