KNPI Pamijahan Saba Desa, Jadi Momentum Perkuat Sinergitas Pemuda untuk Kemajuan Desa   

 

 

Pamijahan – DPK KNPI Pamijahan melakukan kegiatan Saba Desa bersama Karang Taruna di Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu 31 Maret 2024.

 

Ketua Harian KNPI Pamijahan, Diky Nurhidayat memaparkan, kegiatan tersebut menekankan kepada Pemeritahan Desa untuk melihat pentingnya komitmen dari semua pihak terkhusus pemuda dalam meningkatkan pembangun desa yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif.

 

Diky memaparkan, pembangunan desa tidak cukup hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi pengembangan sumberdaya manusia juga perlu menjadi fokus utama dalam membangun desa.

 

“Kongkritnya, sumber daya manusia yang unggul akan dapat mengelola program desa sehingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan roda perekonomian di desa,” kata ikiw sapaan akrabnya.

 

Sementara, Ketua Karang Taruna Desa Cibitung Wetan, Teddy Nugraha menekankan bahwa jangan pernah meragukan potensi pemuda yang ada di desa. Menurutnya, Desa akan berkembang dengan adanya pemuda dan akan tertinggal tanpa adanya pemuda.

 

“Pemerintah harus mendukung kegiatan kegiatan pemuda untuk terus mengembangkan dan menuangkan potensi pemuda yang luar biasa terkhusus di Cibitung wetan,” papar dia.

 

Di tempat yang sama, Ketua DPK KNPI Pamijahan, Heri Gunawan menyebut, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memajukan perekonomian masyarakat desa serta mewujudkan demokratisasi di desa.

 

Sehingga, kata dia, sinergitas pemuda dengan dengan pemerintah desa tidak bisa dihilangkan dalam meningkatkan kesejahteraan dan memajukan ekonomi desa.

 

“Pemerintah mengalokasikan dana desa sebagai dana transfer yang menjadi salah satu sumber pendanaan di desa sehingga tidak ada alasan lagi bagi pemedes untuk tidak melibatkan pemuda sebagai mitra dalam membangun desa dalam berbagai sektor,” ujar Heri Gunawaan

 

Hadir juga narasumber Asep Saepudin memberikan motivasi dalam materinya bahwa pemuda harus mempunyai inisiatif jangan hanya ikut-ikutan atau numpang nama saja.

 

“Saya tidak sepakat dengan kata “partisipasi” karena itu bukan ciri sumber daya manusia yang unggul. Pemuda harus lebih dari itu, harus bisa menjadi penggerak jangan menjadi buntut dari sebuah pergerakan,” tutup dia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *