Citeureup – bogoronline.com – Ruas Jalan Citeureup – Citaringgul atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Pahlawan, yang menjadi penggerak roda perekonomian di Kecamatan Citeureup dan Babakan Madang, tak layak lintas, karena mirip ‘kolam ikan’. Kondisi jalan makin parah, sebab di lokasi, tepatnya di trotoar jalan, ada penggalian tanah, untuk memasang pipa distribusi gas oleh rekanan sebuah perusahaan BUMN.
“Selain sempit, akibat tumpukan tanah, kondisi jalan khususnya di wilayah Desa Karang Asep Timur dan Leuwinutug, terdapat kubangan yang diameternya cukup lebar, ketika hujan turun jalanan berubah menjadi sungai, sedangkan ketika hujan kecil, jalanan menjadi licin,” ungkap sejumlah warga, diantaranya Gojal, Selasa (20/09).
Akibat sempitnya jalan, kata Gojal, kemacetan panjang kerap terjadi, terutama di saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Alhasil, kondisi tersebut mempengaruhi proyek perbaikan jalan yang anggarannya mencapai Rp 2,6 miliar lebih.
Camat Citeureup Asep Mulyana Sudrajat kepada Jurnal Bogor baru-baru ini mengaku, telah mendatangi lokasi penggalian tanah di Jalan Citeureup – Citaringgul. “Walau izin penggalian tanah sudah lengkap, termasuk dari Dinas Bina Marga dan Pengairan, namun kami meminta penggalian dipercepat, agar tak menghambat perbaikan jalan” katanya.
Dari data yang dihimpun Jurnal Bogor, proyek rehabilitasi atau perbaikan Jalan Citeureup – Citaringgul, berdasarkan SPMK dimulai tanggal 26 Agustus lalu. Pelaksanaan proyek perbaikan jalan itu dipercayakan pada PT. Joglo Multi Ayu dengan konsultan pengawas PT. Widya Graha Asana Engineering Counsultant. Pelaksana diberikan waktu selama 120 hari kalender atau sekitar empat bulan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.
Di lapangan, belum ada pembetonan, sebab pelaksana baru melakukan pengurugan lubang-lubang besar dengan menggunakan makadam.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Edi Wardani atau biasa disapa Edwar mengatakan, pihaknya telah meminta pelaksana penggalian tanah untuk pemasangan pipa gas mempercepat pekerjaannya, sebab jika tidak, maka akan berimbas pada lambatnya penyelesaian perbaikan jalan. “Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cileungsi, telah saya perintahkan menegur perusahaan penggalian tanah, supaya pemasangan pipa cepat diselesaikan,” katanya.
Proyek perbaikan jalan itu kata Edwar, tak lagi menggunakan aspal, melainkan beton, agar umur teknis bertahan lama, ketinggian beton mencapai 30 centi meter. “Ruas Jalan Citeureup – Citaringgul kan yang lewat bukan kendaraan kecil saja, tapi truk container, karena dikanan kiri jalan itu banyak berdiri pabrik-pabrik,” ujarnya. (Zahra)





