“Ya, kami tahun ini punya Rp 12 miliar. Jumlah itu turun 30% dari tahun 2016. Nah, untuk mengakalinya, kami berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat untuk ikut membantu. Setidaknya untuk logistik,” kata Koesparmanto, Jumat (7/4).
Koesparmanto dan jajarannya pun menyadari jika ke depannya tantangan akan bencana alam kian meningkat. “Lihat saja belum lama wilayah Jasinga yang tidak pernah banjir, malah banjir. Maka kita harus siap terus,” katanya.
Di lain sisi, Bupati Bogor, Nurhayanti menginginkan BPBD lebih tanggap dalam menangani bencana. Terlebih BPBD Kabupaten Bogor memiliki gedung anyar yang cukup representatif untuk ukuran nasional.
“Gedung sudah bagus. Kata Kepala BNPB juga kan jadi yang paling bagus di Indonesia. Tapi, yang paling penting itu pelayanan dan sigap bencana juga harus ditingkatkan,” tegas Nurhayanti. (cex)





