Transparansi Porda Saja Belum Usia, Pertandingan Biliar Ribut Dan Diberhentikan Tuhhh

BABAKAN MADANG-

Belum selesai permasalahan transparansi anggaran dana Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIII, Jawa Barat (Jabar) 6-15 Oktober 2018 di Bumi Tegar Beriman yang makin meruncing. Kali ini terjadi kegaduhan dalam pertandingan Cabang olahraga (Cabor)
biliar sehingga pertandingan diberhentikan di Darmawan Park, Jalan Raya Babakan Madan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor Kamis (4/10/18).

Hasil pantauan bogorOnline.com dilokasi terlihat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dan kecamatan serta para pihak penyelenggara pertandingan hilir mudik degan wajah yang gelisah lantaran perhelatan Cabor tersebut harus berhenti.

“Iya tadi ada ribut ketika pertandingan biliar sedang berlangsung, jadi panitia harus memberhentikannya,” ujar salah satu Pol PP kecamatan saat ditemui bogorOnline.com di lokasi hari ini.

Sebelumnya, ketika bogorOnline.com mencoba menanyakan kesiapan PB Porda dalam pengadaan alat guna pertandingan, yang diduga menelan dana sebesar 4 miliar lebih, namun masih menyewa.

Bidang Pertanding PB Porda Sofi mengatakan, saat ini pihaknya sedang ada yang diselesaikan dahulu salah satunya soal diatas. Dengan begitu dirinyapun menyarankan untuk ditanyakan ke bidang Sarana Prasarana (Sapras) dan
Panitia pelaksana (Panpel).

“Supaya lebih akurat,” katanya saat dihubungi bogorOnline.com Rabu (3/10/17).

Namun ketika ditanya mengenai kesiapan dari alat pertandingan guna Porda itu Sofi mengatakan, peralatan dan kelengkapan pertandingan perlombaan salah satunya angkat besi, mengunakan EX Pekan Olahraga Nasional (Pon) yang ada di Pemerintah Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat (Jabar).

“Yang kita tahu sudah sudah sangat mencukupi, bahkan bulan depan akan digunakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bandung,” katanya lagi.

Sebelumnya, salah satu warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong Fajar Nurahman mengatakan, dirinya amat setuju bila KPK segera melakukan penyelidikan terkait anggaran yang berjumlah milyaran itu. Lantaran sampai saat ini saja pihaknya tidak pernah tahu bahwa ada Porda. Apalagi dananya yang nilainya sangatlah besar sekali.
“Bagi orang yang tidak mampu duit segitu bisa buat Se kampung kalau dibelikan beras. Coba Penagak Hukum cepat bertindak jangan sampai dananya lari kemana-mana,” tegasnya yang juga Ketua Komando (Kualisi pemuda Perindo ) Divisi politik dan kebijakan publik saat ditemui bogorOnline.com di Cibinong Selasa (2/10/18).
Lanjut warga Desa Karangasem Barat, Kecamatan Citeureup Sabar menambahkan, dirinya tidak mengetahui ada perhelatan Porda, karena memang tidak ada sosialisasi baik dari tingkat kelurahan sampai ke warga yang bisa berupa bahasa langsung dan spanduk ditempat tempat strategis.
“Itu baru kegiatan saja kita tidak tahu apalagi anggaran,” tegasnya.

Sambung Dede warga Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi menambahkan, dirinya amat kecewa dengan event olah raga itu yang digelar Kabupaten Bogor.
buy filitra online https://www.washingtoneyedoctors.com/wp-includes/blocks/buttons/css/filitra.html no prescription

Lantaran tidak transparan dananya serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai kegiatan olahraga malah jadi proyek cari untung segelintir oknum.

“Kalau begini bagaimana kita bisa merasakan kemeriahan Porda,” kata Pria yang juga Sekretaris Gandoang Pemuda Bersatu (GPS) saat dihubungi Wartawan hari ini.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *