BOGORONLINE.com, Cigombong – Masyarakat Kp. Ciletuh Hilir Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, masih diselimuti ketidakpastian hukum. Sudah ampir 5 tahun lama nya masyarakat tidak mendapatkan ganti kerugian dari PT. MNC Land atas dirusaknya tanaman-tnaman milik warga.
Dari notabene masyarakat yang bekerja sebagai petani penggarap ini, berubah menjadi kumpulan pengangguran yang secara hidup entah mau kemana perjalanan selanjutnya dalam mencari nafkah dan mempertahankan kehidupannya sehari-hari. Belum lagi, dengan adanya pemagaran beton yang diduga keras tidak berijin dari warga ini, yang dilakukan oleh perusahaan MNC Land, menjadikan warga menjadi pribumi seperti terasingkan dan tertutup.
Sampai kepada pemindahan makam yang sampai saat ini, belum dikembalikan 2 (dua) jenazah milik warga yang salah angkut oleh perusahaan MNC Land. Mengerikan.!!!
Permasalahan terus bergulir dan dinamika semakin ber-erupsi bak gunung yang tak henti mendetumkan ledakannya setiap waktu, itulah keadaan di Kp. Ciletuh Hilir Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kab Bogor. Tidak Aman!! Tidak Nyaman!! Tidak Bahagia!!
Dari peristiwa itu, orang-orang dan lembaga-lembaga hadir guna mengekspresikan rasa simpati dan empati nya atas peristiwa tersebut, muai dari tingkat lokal, Nasional hingga Internasional. Tak terkecuali media internasional seperti “the British Broadcasting Corporation (BBC)” sampai dengan “Washington Post”, mereka rela datang ke Indonesia untuk sekedar mengetahui permasalahan kemanusiaan serta juga dengan adanya menyeret nama pemimpin negara adidaya tersebut.
Mereka (media internasional) fokus mendalami kasus kemanusiaan di tanah kabupaten bogor ini. Mereka (media internasional) beranggapan bahwa ini kasus serius untuk kami sampaikan diseluruh manusa didunia, karena setelah kasus terbesar yang menyeret pemimpin Jerman kala itu Nazi-isme, bagi kami ini hal menarik untuk kami angkat ke permukaan.
Kuasa hukum Warga, Anggi Triana Ismail menyampaikan, bukan persoalan kehilngan nyawa atau bukan, melainkan kami tertarik dengan kehidupan pribumi yang terisolasasi / termarjinalkan dinegerinya sendiri, pengambilan mayat yang salah dan sampai saat ini belum dikembalikan oleh perusahaan, perampasan hak tanaman dari tanah yang seluas ratusan hektar yang sampai saat ini belum diberikan pergantian kerugian.
“Ini bagi kami merupakan kejahatan kemanusiaan, ini sistem pembunuhan yang dilakukan secara perlahan. Hari ini kami sudah hampir rampung mewawancarai warga serta telah juga mengambil beberapa gambar buat kami persembahkan di berita kami,” kata Anggi menirukan ungkapan jurnalis dari luar Negri ini.
Lalu Anggi menegaskan, kami sangat mengapresiasi atas kedatangannya teman-teman dari media Inggris dan Amerika ini. Ini panggilan nurani sebagai jurnalis, dan kami bangga dengan nurani yang berbicara. Kamipun tidak henti-hentinya dengan kawan-kawan jurnalis lokal maupun nasional, yang sampai saat ini masih setia mengawal nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.
“Kita bisa melihat bagaimana seorang masyarakat harus mati-matian mempertahankan hidup nya, hak nya, keluarga nya dan kemerdekaan nya yang mana hal itu telah termaktub didalam konstitusi kita. Namun fakta nya, berbalik 360 derajat dan tidak tergambarkan sama sekali di alam realita kini,” ungkap Anggi melalui keterangan terulis yang diterima Redaksi bogorOnline.com, pada Jum’at (1/5/2020).
Anggi melanjutkan, kabar terakhir sekelas ketua DPRD saja hilang dan tidak ada kabar sama sekali, mengapa, kenapa dan ada apa?!!. Yang mana sedari awal, semangat kawan-kawan DPRD Kabupaten Bogor ini sangat baik.
buy xifaxan online https://annalsofhealthresearch.com/lib/pkp/includes/php/xifaxan.html no prescription
“Pada saat itu, warga pun bersorak sorai guna mengekspresikan kebanggaannya kepada wakil rakyat ini,” tukasnya.
Anggi Menambahkan, namun lagi-lagi, masyarakat tertipu lagi dan terhanyut dalam janj-janji manis nya. Kami sudah mengirimkan ‘surat tindak lanjut’ ke jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dimulai ketua DPRD Kab Bogor Rudi Susmanto, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II dan Ketua Komisi III.
“Kita lihat saja respon nya, karena mereka berjanji kepada masyarakat sebelum bulan ramadhan ‘akan selesai’. Fakta nya ga sesuai,” tandasnya. (*)





