Sisi Lain ASB, Wakil Rakyat yang Ngantor Pakai Motor Lawas

beranda, Kota Bogor1.4K views

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Ada yang berbeda dari keseharian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor satu ini. Adalah Akhmad Saeful Bahri yang selalu ngantor menggunakan motor lawas.

Kendaraan klasik yang ditunggangi politisi PPP itu motor tahun 80-an atau Honda super cup 800. Kendaraan roda dua yang memiliki histori itu ditungganginya dari rumah menuju gedung DPRD Kota Bogor.

Selain hobi kendaraan klasik, pria yang akrab disapa ASB itu mengatakan bahwa motor yang digunakannya itu menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya.

“Menggunakan motor klasik itu melahirkan sebuah romantisme perjuangan dari seorang lelaki yaitu ayah saya,” kata dia di gedung DPRD Kota Bogor Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (24/6).

Dulunya, lanjut ASB, motor 4 tak itu digunakan oleh sang ayah untuk operasional sehari-hari, termasuk mengantar dan menjemput dirinya ke sekolah. Bahkan saat ia beranjak dewasa motor tersebut kerap digunakan untuk mencari ilmu dibangku universitas.

“Saya dari kecil sampai remaja sampai bekerja pun sampai hari ini saya pakai motor ini, sekolah saya pakai motor ini, kuliah saya pakai motor ini, sampai bekerja pun pakai motor ini,” katanya.

“Dari tahun 82an sampai hari ini surat tanda nomor kendaraan juga masih atas nama ayah saya,” imbuh ASB.

Anggota Komisi IV itu mengatakan bahwa dirinya ingin menghilangkan stigma kemewahan yang melekat pada anggota dewan.

“Menghapus stigma bahwa menjadi anggota dewan itu untuk menaikan taraf hidup pribadi, tidak perlu dan tidak harus selalu bermewah-mewah, menjadi anggota dewan adalah menjadi sarana pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya.

ASB juga menegaskan bahwa anggota dewan menjadi jembatan kesederhanaan karena tugas anggota DPRD adalah sebuah amanah yang diberikan oleh warga.

“Aspirasi warga di bawah ini yang ingin diperjuangkan jadi saya tidak ingin menimbulkan atau memunculkan kesan kemewahan dari seorang anggota DPRD,” tegasnya.

Diakuinya, perawatan motor klasik tidak sulit dan dari sisi biaya jauh lebih murah dibanding motor-motor saat ini. Tak hanya motor klasik tahun 80an, ASB juga memiliki vespa dan mobil klasik.

“Saya lebih nyaman saja pakai motor ini. Ada beberapa kendaraan klasik, saya juga ada vespa, sepeda klasik juga ada, ya senang sajak dengan barang-barang klasik,” tambahnya.

Menurut pria yang memiliki latar belakang sebagai seorang jurnalis itu bahwa memiliki dan merawat barang klasik membuatnya tidak akan lupa akan sejarah.

“Dari klasik itu muncul sebuah kesederhanaan yang membuat kita tidak lupa akan sejarah,” tutup ASB. (*/Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *