CIAWI – Setelah lama menggelar pembelajaran online, Universitas Djuanda mulai melaksanakan kuliah atau pembelajaran tatap muka (PTM).
Staf administrasi Universitas Djuanda Bogor, Cecep Wahyudin mengatakan, PTM ini sudah digelar sejak senin (29/11) sampai dengan jumat dengan dua mata kuliah setiap harinya.
“ Untuk kuliah PTM dilaksanakan setiap hari dari senin sampai jum’at. Dalam setiap harinya rata-rata terdapat 2 mata kuliah “ katanya.
Selain itu, Cecep mengatakan bahwa Universitas Djuanda Bogor melakukan kuliah tatap muka dengan sistem hybrid atau blended yang dimana tatap muka ini dibagi 50 persen secara luring dan 50 persen lagi menggunakan daring dengan menentukan melalui ganjil genap dan harus mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan.
“Perkuliahan PTM yang dilaksanakan dengan menggunakan sistem hybrid / blended dan bagi mahasiswa PTM harus mengikuti aturan-aturan yang telah di tetapkan oleh FISIP. “ katanya.
Misal, lanjut Cecep, jumlah mahasiswa dalam mata kuliah sebanyak 50 orang, dengan sistem hybrid berarti yang boleh melaksanakan PTM hanya 25 orang dan sisanya daring. “Dalam menentukan 50 persen tersebut kami menggunakan sistem ganjil genap berdasarkan pada nim mahasiswa “ lanjutnya.
Cecep juga mengatakan, kuliah tatap muka ini hanya untuk mahasiswa yang sudah memenuhi protokol kesehatan dan sudah mendapatkan surat ijin dari orang tuanya.
“ bagi mahasiswa yang akan melaksanakan ptm harus memenuhi kriteria minimal sudah vaksin dan mendapatkan izin dari kedua orang tua, tidak sedang dalam keadaan sakit dan harus terdaftar dalam sebaran matakuliah PTM yang telah ditetapkan. “ katanya.
Namun, untuk mahasiswa yang belum memenuhi kriteria, hanya bisa mengikuti perkuliahan secara daring atau online. (Kharis)





