Pemasangan Tiang Pancang Mega Proyek RSUD Kota Bogor Dimulai

Kota Bogor – bogoronline.com

Guna meningkatkan pelayanan, RSUD Kota Bogor melakukan revitalisasi, Ke depan, jumlah kamar di RSUD milik Pemerintah Kota Bogor ini akan berjumlah 500 tempat tidur. Revitalisasi ditandai dengan dilakukannya pemancangan tiang pertama di halaman belakang RSUD, Senin (18/7/16).

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, RSUD Kota Bogor harus menjadi rujukan rumah sakit lain di Kota Bogor. Kinerja RSUD ditentukan lewat kualitas dan prestasi. Mulai dari faktor fisik berupa kondisi bangunan, alat kesehatan yang memadai dan teknologi kesehatan yang mumpuni. Faktor fisik di atas harus dibarengi kapasitas tenaga medis dan non medis. Terakhir, kultur yang dimiliki rumah sakit.

Ketiga hal tersebut menurut Bima harus saling melengkapi. Tidak ada satu maka tidak mungkin rumah sakit itu disebut memiliki pelayanan yang prima. Ke depan Kota Bogor terus fokus untuk akselerasi peningkatan kepada tiga aspek tersebut.

“Fisik mentereng, SDM mumpuni tetapi kalau pelayanan jutek, lemot dan bolot itu tidak ada artinya. Kultur melayani harus betul-betul sangat diperhatikan. Kalau kemarin ada kampanye No Julembo itu sangat bagus. Yang penting kulturnya dihidupkan yaitu gairah untuk melayani,” kata Bima.

Bima pun menyoroti kritikan pedas yang muncul dari masyarakat terkait adanya beberapa standing banner di RSUD beberapa waktu lalu yang isinya kirang lebih RSUD enggan di kritik, terlebih di intimidasi oleh pihak luar.

“Saya harap RSUD tidak anti kritik, jangan alergi kritik dan jangan ragu untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki. Kalau ada kritik itu sudah biasa, wayahna da RSUD mah bukan profit oriented. Kalau mau cari kaya tidak disini tempatnya, disini tempatnya mencari amal ibadah,” tegasnya.

Bima menambahkan, yang namanya orang sakit itu kalut. Ia mencontohkan ketika mendampingi kedua orang tuanya yang sakit sampai sakaratul maut. Bima dapat membayangkan betapa kalutnya keluarga.

“Penyakitnya sudah jelas, uang ada tetapi tetap saja kalut apalagi kalau penyakitnya belum jelas kemudian uang juga tidak ada, jadi itu semua harus dipahami betul oleh RSUD, warga itu banyak mengeluhnya ketika datang kesini,” tambahnya.

Bima berpesan kepada seluruh karyawan RSUD agar jangan pernah menyerah, tetap semangat karena kita semua punya kesempatan untuk menuai amal semaksimal mungkin. Dimasa revitalisasi ini, seluruh jajaran di RSUD senantiasa dapat memperhatikan dengan seksama masa transisi.

“Ruang-ruang tindakan yang sangat rawan terinfeksi tolong dipastikan tetap steril. Layanan tidak boleh berhenti, kualitasnya juga tidak boleh menurun apalagi sampai kecolongan karena ada kegiatan pembangunan fisik di area rumah sakit,” pungkasnya.(bunai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *