Sayaga Wisata Siap Kelola Tirta Sanita

Cibinong – bogoronline.com – PT. Sayaga Wisata menyatakan kesiapannya untuk mengelola tempat wisata pemandian air panas, yang berlokasi di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, setelah masa sewa antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan PT. Supra Pirani Wisata Ria, tak lagi diperpanjang.

“100 persen, kita siap mengelola Tirta Sanita, bahkan untuk menarik lebih banyak wisatawan datang, kita akan menambah berbagai arean permainan keluarga,” kata Direktur Utama PT. Sayaga Wisata Supriyadi Jufri, kepada wartawan Jum’at (22/07).

Supriyadi mengatakan, Tirta Sanita yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Bogor sudah diincar sejak dirinya dipercaya menjabat direktur utama. “Tirta Sanita dengan obyek wisata pemandian air panas akan kita kelola secara profesional,” ujarnya.

Supriyadi berjanji, ketika obyek wisata itu dikelola Sayaga Wisata, semua karyawan yang sebelumnya dipekerjakan PT. Supra Pirani Wisata yang memenuhi kualifikasi akan dipekerjakan sebagai karyawan PT. Sayaga Wisata. “Pokoknya tidak ada pemutusan hubungan kerja atau PHK, mereka akan kita pakai, karena sudah berpengalaman,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Tohawi Husnullah mendukung, bila PT. Sayaga Wisata mengelola obyek pemandian air panas. “Tujuan kita membentuk BUMD pariwisata itu kan adalah untuk mengelola tempat-tempat wisata yang asetnya milik Kabupaten Bogor dan kami sangat setuju Tirta Sanita pengelolaannya diambil Sayaga Wisata,” kata Anggota DPRD asal Desa Cogreg.

Menurut Tohawi, jika Tirta Sanita dikelola BUMD, ada kemungkinan pemasukan ke kas daerah akan makin besar. “Tirta Sanita itu kan tinggal dipoles sedikit, karena dari sisi pasar obyek wisata itu sudah dikenal luas masyarakat, tak hanya dari Kabupaten Bogor saja, tapi juga daerah lain semisal Depok dan Tangerang. Ini terbukti, saat libur Idul Fitri pengunjungnya membludak,” ungkapnya.

Selain PT. Sayaga Wisata, dua pemerintahan desa di Kecamatan Parung, yakni Bojong Indah dan Cogreg pun berniat mengelola obyek wisata tersebut “Dari hasil pengamatan kami, meski berada di perkampungan tempat wisata yang mengandalkan sumber air panas alami itu tak pernah sepi. Namun sayangnya, kontribusi yang diberikan pengelola kepada dua desa di sekitar lokasi sangat minim,” ujar Kepala Desa Bojong Indah Samino.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Cogrek Suherdi, ia mengungkapkan, bila pengelolaan taman wisata itu diserahkan ke pemerintah desa, selain membantu mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pemerintah Kabupaten Bogor, sebagai pemilik lokasi, bakal mendapatkan keuntungan lebih besar lagi. “Baik kami maupun Pemerintah Desa Bojong Indah, sekarang ini menunggu keputusan dari Bupati Nurhayanti, soal masa depan pengelolaan kawasan wisata itu,”  katanya. (zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *