Dianggap Baik dalam Pengelohan Data Bencana, BPBD Raih Penghargaan dari BNPB

Cibinong – Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, berhasil meraih penghargaan Dharma Widya Argya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk katagori sebagai pengolah data dan pusat pengendalian serta operasional (posdalops).

“Penghargaan dari BNPB ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh personil BPBD dan para relawan, yang tak mengenal lelah membantu mengevakuasi korban bencana alam,” kata Kepala BPBD Koesparmato, Rabu (19/10).

Menurut Koesparmanto, dalam membantu korban bencana, personil BPBD dan para relawan sama sekali tak pernah mengharapkan reward atau penghargaan. “Membantu korban bencana alam dari mulai evakuasi hingga penyaluran bantuan logistik dan penghimpunan data sudah menjadi tugas kami. Jadi, kalau ada penghargaan, mungkin BNPB, sebagai bapak kami memandang layak, jika pengabdian personil dan relawan BPBD layak mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Mantan kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ini lebih lanjut mengatakan, Kabupaten Bogor yang sebagian kecamatannya masuk katagori daerah rawan bencana alam mengharuskan setiap personil BPBD dan para relawan harus siaga 24 jam. “Bencana alam datangnya tak terduga, makanya personil kita siagakan selama 24 jam, agar setiap saat bisa diterjunkan kelokasi bencana,” jelasnya.

Selain BPBD Kabupaten Bogor, penghargaan serupa diberikan BNPB kepada sejumlah daerah di Indonesia. Penganugerahan dilaksanakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu. “Pak Soekarwo, Gubernur Jawa Timur meraih penghargaan tertinggi BNPB, katagori Pengabdian Insan Kemanusian, khususnya dalam penanganan korban erupsi Gunung Kelud, yang meletus tahun 2014 lalu,” tutupnya. (Zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *