Tebing di Ruas Jalan Kemang – Bojong Dipasang Batu Bronjong

Kemang – bogoronline.com – Kecamatan Kemang, kini tak lagi kampung, karena sejak Nurhayanti naik jadi Bupati, tiap tahunnya Kemang, selama mendapatkan alokasi anggaran cukup besar dari APBD.

Anggaran itu dialokasikan, untuk membangun sejumlah infrastruktur, dari mulai sarana pendidikan, kesehatan hingga jalan dan lain-lainnya.

“Kecamatan Kemang dari sisi infrastrukturnya sudah ok lah, bahkan dalam beberapa tahun kedepan bisa menyamai Kecamatan Cibinong,” kata Sahromi, warga Desa Bojong, Selasa (11/10).

Sahrowi menerangkan, bukti dari kebaikan Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan jelas terlihat, di Kecamatan Kemang ini ada beberapa proyek pekerjaan infrastruktur, diantaranya pembangunan Jalan Kemang – Bojonggede.

“Jalan yang kini dalam proses perataan tanah, kalau sudah jadi, jarak antara Kemang dengan Cibinong, sebagai pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor makin dekat hanya ditempuh dalam waktu beberapa menit saja,” ujarnya.

Proyek lainnya yang dibangun di Kemang, kata Sahrowi, pemasangan pagar pembatas jalan dan batu bronjong di tebing yang ada di ruas Jalan Kemang – Bojong atau Kopassus – Bojong. “Dengan adanya pagar pembatas serta pemasangan batu bronjong, ruas Jalan Kemang – Bojong aman dilintasi,” ungkapnya.

Pemasangan batu bronjong untuk penahan tebing dari pantauan Jurnal Bogor dikerjakan CV. Delapan Bersaudara, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 435 jutaan yang  merupakan pos belanja dari Dinas Bina Marga dan Pengairan. Proyek ini mendapatkan pengawasan ketat dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Parung.

“Walau proyek ini nilainya kecil dan diawasi konsultan pengawas, namun kami tetap ikut memantaunya, sebagai bahan laporan ke Dinas Bina Marga dan Pengairan,”  kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT JJ Parung Zaenudin Rochman.

Menurut Zaenudin, proyek pemasangan batu bronjong di tebing ruas Jalan Kemang – Bojong, volumenya sudah mencapai 50 persenan. “Kalau dilihat dari pekerjaannya sih, proyek ini akan cepat selesai sebelum masa kontraknya habis,” jelasnya.

Budi, perwakilan dari CV. Delapan Bersaudara mengungkapkan, proyek yang dikerjakannya sudah sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam rencana anggaran biaya (RAB), termasuk penggunaan bahan material. “Kami tak berani menggunakan bahan material tak sesuai spek, karena sanksinya berat, selain terancam hukuman, nama baik perusahaan pun akan rusak. Bronjong yang dipasang di tebingan itu akan kuat menahan tanah hingga 10 tahun kedepan,” katanya. (Iwan S Pamungkas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *