15 M untuk Sulap Taman Topi Jadi Alun Alun

Kota Bogor – bogorOnline.com

Revitalisasi lahan eks Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani yang terletak di kawasan Jalan Dewi Sartika dan Kapten Muslihat bakal terwujud pada 2020 mendatang. Alun alun akan dibangun dengan pembiayaan sekitar Rp15 miliar bersumber dari dana bantuan Pemprov Jabar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, bahwa Detail Engineering Design (DED) Alun Alun Kota Bogor yang kegiatannya dilaksanakan Pemprov Jabar sudah mengakomodir masukan dari seluruh pemangku kepentingan Kota Bogor bahkan sudah dipresentasikan kepada Gubernur Jabar.

“Tadi itu kita lakukan semacam evaluasi singkat terkait desain yang diajukan konsultan DED PT Arenco. Intinya, kita berkeinginan mengintegrasikan antara stasiun Bogor dengan Masjid Agung. Jadi di dalamnya akan kita bangun beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga, kemudian juga berekreasi tetapi semua diharapkan memenuhi kriteria perizinan. Termasuk ada permintaan agar ramah untuk anak-anak,” ujar Dedie sesuai pertemuan, Jumat 22 November 2019.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor itu dihadiri sejumlah dinas terkait, di antaranya BPKAD, Dinas Koperasi dan UMKM, DLH dan Satpol PP. Selain itu, Perwakilan Pemprov Jabar, PT Arenco dan sejumlah pihak dari unsur masyarakat.

Dedie mengemukakan pembangunan akan dilaksanakan selama satu tahun pada 2020 setelah pembongkaran Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani. Sebelumnya, pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan tersebut akan ditertibkan termasuk pemulihan saluran air yang dijadwalkan pada Desember tahun ini.

“Anggaran sekitar Rp15 miliar bantuan dari Pemprov Jabar. Untuk PKL sudah kita tawarkan masuk ke dalam pasar melalui proses KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sebagian PKL ada yang ke Pasar Merdeka, Kebon Jahe dan sebagian ke Jalan Nyi Raja Permas,” urai dia.

Mantan pejabat KPK itu juga mengatakan, bahwa ada beberapa usulan penanaman untuk kegiatan ini dimana Pemprov Jabar sendiri memberikan nama Alun Alun Dewi Sartika.

“Iya, usulan nama dari tokoh masyarakat dan Pak Bima ada beberapa alternatif, seperti Alun Alun Kapten Muslihat, Alun Alun Kota Bogor dan Alun Alun Tajur Ageng atau Alun Alun Pakuan yang diajukan dan harus diputuskan minggu depan masuk DIPA Pemprov Jabar,” urainya.

Dedie menegaskan bahwa alun alun nanti tidak akan memiliki basement. Sebab, kawasan itu hanya untuk memenuhi memenuhi kriteria Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kita upayakan RTH ini maksimal 80 persen,” tukasnya.

Sementara itu, Prihantono perwakilan PT Arenco mengatakan, Alun Alun Kota Bogor merupakan salah satu program strategis gubernur Jawa Barat. Dalam pertemuan tadi, kata dia, ada masukan nama-nama dan sekarang sudah ada titik terang untuk diputuskan secara definitif.

Menurut Prihantono, dalam desain, pihaknya mengakomodir dua fungsi, yakni taman dan alun alun. Selain itu, ada fungsi turunannya untuk berbagai aktivitas dan edukasi masyarakat dengan konsep era milenial.

“Taman dan alun alun ini nanti tidak hanya sekedar menjadi daya tarik untuk rekreasi, tapi juga ruang edukasi tentang kesejarahan Kota Bogor selain ruang olahraga,” tandasnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM, PKL yang berada di kawasan Jalan Dewi Sartika yang akan direloksi untuk masuk ke dalam Pasar Kebon Kembang berjumlah 188 pedagang.

“(PKL) cukup masuk dengan Rp500 ribu dan nanti kita fasilitasi KUR-nya,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Annas S. Rasmana. (HRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *