BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Ekpose Program Keluarga Asuh kepada calon donatur di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (13/5/2020).
Sedikitnya ada lima perusahaan yang berkecimpung di Kota Bogor, sebut saja Mal BTM, PT. Olympic Grup, Yayasan SBR, PT. Perdana Gapura Prima dan Bigland Apartemen hadir pada Ekpose yang dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi kepala dinas terkait.
Kepada lima calon donatur yang hadir, Bima Arya memaparkan Program Keluarga Asuh yang disambut positif.
Bima Arya mengatakan, perkembangan Covid-19 menunjukkan kurva yang melandai. Kurva melandai ini berdasarkan jumlah kasus positif dan pasien dengan segala kondisi tidak bertambah alias nol kasus sejak diberlakukan PSBB. Meski begitu Forkompinda menyepakati PSBB untuk dilanjut sebagai antisipasi lebaran beserta sanksi yang sudah tertuang di Peraturan Wali Kota (Perwali).
“PSBB tahap ketiga ini berjalan dengan pengawasan ketat. Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang merumuskan sanksi pelanggaran mengacu pada Perwali. Sanksi ini bisa teguran tertulis, pencabutan izin dan denda,” tegasnya.
Bima Arya menuturkan, tidak hanya penguatan di lapangan dengan sanksi, Pemkot Bogor juga sangat memperhatikan ekonomi warga Kota Bogor. Pihaknya ingin menyeimbangkan pengawasan di lapangan serta perhatian ekonomi. Pasalnya, dari 230 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Bogor, hanya 71.111 KK yang masuk DTKS dan 90.379 masuk di non DTKS atau miskin baru terdampak Covid-19.
“Masih banyak warga yang belum masuk di DTKS dan Non DTKS. Kami pun melakukan pendekatan kolaborasi dan partisipasi dengan membuat program Keluarga Asuh,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, program keluarga asuh ini setiap satu keluarga pendonor menanggung satu keluarga penerima dengan jumlah donasi Rp 1 juta untuk dua bulan. Bagi warga yang ingin menerima bantuan, bisa mendaftar melalui Salur untuk kemudian akan diverifikasi tim kelurahan dan kecamatan dengan sedikitnya sembilan kriteria. Sementara bagi pendonor bisa memilih keluarga mana yang akan dibantu.
“Donatur dan penerima pun bisa melakukan ijab kabul agar lebih ada ikatan emosional. Kami berharap program ini bisa jangka panjang dan meminta kerjasamanya untuk menyampaikan program ini ke temen-temennya,” jelasnya.
Sekretaris Yayasan Sekolah Bogor Raya (SBR), Muliawan mengatakan, program Keluarga Asuh bagus sekali dan memang harus dilakukan hal seperti ini di tengah pandemi Covid-19 mengingat banyak orang yang membutuhkan.
Tak ayal, Yayasan SBR turut berpartisipasi menjadi calon donatur Keluarga Asuh sebagai salah satu usaha pemulihan ekonomi.
“Rencananya kami akan asuh 30 Keluarga dulu, anggaran langsung dari yayasan. Dan kami juga akan mempromosikan program ini di media sosial yayasan,” katanya.
Sementara itu, Regional Head PT. Perdana Gapura Prima Wishnu Luckito mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program ini karena kebijakan Pemkot Bogor sekarang memprioritaskan masyarakat tidak mampu berdasarkan data valid. Sehingga wajib bagi perusahaan untuk berpartisipasi menjadi donatur Keluarga Asuh.
“Kami akan konsultasikan dulu dengan pimpinan mau menanggung berapa KK. Dan kami juga akan sebarkan informasi ini ke warga perumahan agar mereka bisa ikut partisipasi. Harapan kami semoga pandemi ini bisa selesai, karena sampai kembali normal pun butuh proses,” katanya. (*)





