by

Direksi Perumda Tirta Pakuan Dilantik di Area Pelanggan

BOGORONLINE.com, Bogor Barat – Setelah menjalani tahapan seleksi calon direksi Perumda Tirta Pakuan, Wali Kota Bogor Bima Arya akhirnya memutuskan tiga calon yang mengisi posisi direksi di perusahaan pelat merah itu.

Ketiganya, Rino Indira Gusniawan dipercaya menjadi direktur utama, sedangkan direktur umum dipegang Rivelino Rizky dan posisi direktur teknik menjadi milik Ardani Yusuf.

Direksi Perumda Tirta Pakuan periode 2020 – 2025 resmi dilantik oleh wali kota Bogor pada Selasa (1/12/2020). Menariknya, prosesi pelantikan itu berlangsung di lingkungan pelanggan di Perumahan Bumi Menteng Asri, Bogor Barat.

Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan Perumda Tirta Pakuan tercacat banyak menorehkan prestasi dari berbagai aspek dan ini tentunya menjadi kebanggaan untuk semua. Seiring hal itu, sambung Bima Arya, masih ada keluhan pelayanan air bersih dari pelanggan bahkan disampaikan langsung kepadanya.

Untuk itu, ia menitip pesan kepada direksi baru untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan, karena kepuasan pelanggan harus diutamakan.

“Jadi saya minta direksi betul-betul fokus, bukan saja aspek kuantitas menambah sambungan tapi kualitas yang sudah ada ditingkatkan. Kepuasan pelanggan diatas segalanya, penghargaan membuat kita bangga tapi kepuasan dari pelanggan adalah prasyarat utama,” kata Bima Arya.

Selain itu, Perumda Tirta Pakuan harus bisa mengimplementasikan bisnis plan. Kemudian komunikasi dengan semua, terutama kepada pelanggan. Sebab, Bima Arya mengaku selalu mendapat keluhan tersebut dan ia yang selalu menjelaskannya.

“PDAM harus mampu mengkomunikasikan dengan semua termasuk dengan aparatur wilayah, seperti camat dan lurah. Jadi saya minta benahi komunikasinya dan benahi juga tataran teknis dilapangan,” paparnya.

Di kesempatan ini, Bima Arya juga menyampaikan, direksi yang baru adalah generasi muda di perusahaan yang tentunya memiliki semangat yang luar biasa.

“Jadi saya titip satu hal yaitu tidak mungkin perusahaan bisa bekerja dengan maksimal tanpa adanya soliditas di internal, kemudian harus selalu meminta masukan dari para senior Perumda Tirta Pakuan,” pesannya.

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan menyampaikan setelah pelantikan ini, pihaknya akan fokus terhadap kepuasan pelanggan. Berkaitan hal itu, ada empat faktor yang akan difokuskan kedepan, yaitu ketersediaan air, kualitas dan kuantitas air dan terakhir harus menjangkau ke pelanggan.

“Nah, empat hal itu yang coba kita kejar dalam program, salah satunya tadi sudah tidak mungkin kita mengandalkan tabungan air di pipa-pipa, jadi kita harus perbanyak reservoir mini di daerah pemukiman dan itu yang paling penting bagi kita,,” ujar Rino.

Namun, lanjut Rino, dalam menjalankan program tersebut lakukan secara bertahap, karena setiap tekanan yang akan dinaikkan berhubungan langsung dengan jumlah investasi.

“Nah, kita akan coba hitung kalkulasi di bisnis plan kita ke depan bersama para direksi yang baru dan juga dengan para manajer,” katanya.

Sejauh ini, reservoir mini sudah ada enam titik dan cukup efektif untuk dapat mengatasi permasalah air bersih yang dikeluhkan pelanggan. Setiap titik pembangunan reservoir mini, tak hanya membutuhkan anggaran tapi juga ketersediaan lahan sekitar 100 sampai 250 meter persegi.

“Jadi di sini tidak hanya finansial tapi juga lahannya. Kalau di pemukiman ada lahan bisa dipakai, kita pakai. Kadang-kadang di pemukiman padat itu agak susah padahal diperlukan air banyak. Nah ini perlu komunikasi seperti disampaikan pak wali,” jelasnya.

Berkaitan keluhan pelanggan di area pelantikan, Rino mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah jangka pendek dengan melakukan peningkatan kapasitas air di reservoir Merdeka. Setelah itu dibuat sodetan untuk penyaluran air ke wilayah tersebut.

“Jadi mudah-mudahan di reservoir merdeka dialirkan ke sini dengan jaringan yang baru, dan ini akan berlaku untuk semua daerah yang mengalami keluhan yang sama,” tukasnya.

Dijelaskan Rino, untuk cakupan pelanggan sampai 100 persen ditargetkan dapat terealisasi pada 2024. Saat ini, Perumda Tirta Pakuan baru mencapai 76 persen dengan 14.000 pelanggan masuk ke Kabupaten Bogor.

“Jadi insyaallah, kita hari masih kurang 41.000 pelanggan dan kedepan tahun 2024 kemungkinan tercapai.”

Untuk papasitas produksi air sendiri, diakui Rino, sampai saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan 200.000 pelanggan dengan rata-rata pemakaian air domestik sekitar 20 meter kubik. “Saya kira masih cukup kapasitas produksi. Kita memang ada rencana menambah kapasitas produksi 300 liter per detik lagi untuk dibeberapa tempat yang dilakukan secara bertahap di tahun 2022 sampai 2024,” tandasnya.

Disamping itu, pihaknya kedepan akan mengambil langkah antisipasi ketersediaan sumber air baku yang mana saat ini mencapai 80 persen dari sungai Cisadane.

“Iya, sumber air baku sampai hari ini 80 persen dari Cisadane tapi kita akan mulai ke arah Ciliwung untuk antisipasi terjadi sesuatu di Cisadane,” ucapnya. (Hrs/Nai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed