BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Jawa Barat menggelar seleksi masuk Pendidikan Dasar Ulama (PDU) Angkatan Pertama dan Pendidikan Dai Sebaya (PDS) angkatan kedua yang penyelenggaraanya itu bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, (18/12/20) berlangsung cukup baik dengan tetap mengacu kepada protocol Kesehatan (Prokes).
Sekretaris Umum MUI Kota Bogor H. Ade Sarmili mengatakan, seleksi kegiatan ini untuk menjawab kebutuhan generasi mileneal yang kuat nilai-nilai keislamannya di Kota Bogor.
“Kita ingin membentuk generasi mileneal yang kuat sisi keislamannya,” kata Ade.
Lebih jauh dia mengatakan, filosofi kegiatan ini bagaimana mempersiapkan kader ulama yang tidak hanya memahmi kondisi tekstual keagamaan tetapi memahami konteks kenegaraan dan kebangsaaan, dan sudah semakin jarang sebuah Lembaga keagaan membuat program kegiatan yang terukur, terstruktur dna sistematis untuk mendesain dan menghimpun potensi keumaatan.
“Ini semacam talent full di Kota Bogor terkait potensi-potensi generasi muda, Maka MUI Kota Bogor membuat 3 cluster pembinaan,” bebernya.
Kluster itu, Kata Pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Bogor diantaranya pertama, Pendidikan dai sebaya (PDS) yang diperuntukan bagi siswa SLTA/sederajat dan diharapkan mereka menjaid agen kepada sehabat sebayanya di sekolahnya untuk menjelaskan islam yang ramah, sejuk dan islam yang bingkai rahmatan lil alamin.
“Mereka diharapkan menjadi agent untuk menjadikan moderasi beragama di sekolahnya,” ujarnya.
Kedua, tambah dia, kluster Pendidikan dasar ulama (PDU) ini diperuntukan bagi peserta yang masih melaksanakan perkuliahan yang diharapkan dia semakin kuat jati diri keagamaannya, semakin kuat pemahaman keagamanya dan menjadi benteng agar tidak tersejrumus ke pergaulan bebas.
“Karena Bogor kota metropolitan, dan bisa muncul di kalangan masyarakat terdidik,”kata Ade.
Dan, kluster ketiga yaituPendidikan Kader Ulama (PKU) ini diperuntukan bagi peserta passca S1, dan mereka dipersiapkan untuk bisa terjun ke masyarakat dan bisa menerjemahkan nilai-nilai universial islam kepada warga dan juga membuka jaringan potensi ke umatan agar kespresi keilmuan terlihat dan terbaca.
“Sejatinya mereka representasi kaum terdidik yang bisa berdakwah secara langsung ke masyarakat, dan memang mereka dibutuhkan untuk eksis di lingkungan keagamaan khususnya kegiatan keislamaan,” pungkasnya. (*)





