by

PHRI: Vaksinasi Cepat, Ekonomi Bangkit

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah mengkebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua untuk kategori pelayan publik. Satu kategori penerima vaksin itu diantaranya pelaku pariwisata hotel dan restoran di Kota Bogor.

Tak kurang dari 2.600 pelaku pariwisata mulai dari pekerja hingga pengusaha akan menerima vaksin produksi Bio Farma tersebut. Hal itu katakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay.

“Alhamdulillah, di tahap dua ini Pemkot Bogor memfasilitasi vaksin salah satunya kepada pelaku pariwisata mulai dari karyawan, direksi sampai owner, meskipun database belum terkumpul semua,” kata Yuno saat mendampingi Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani disela peninjauan vaksinasi di Puri Begawan, Kota Bogor, Jumat (12/3/2021).

Dijelaskan Yuno, total pelaku hotel dan restoran yang sudah diregistrasi untuk menerima vaksin sekitar 2.600 orang. Namun dari jumlah itu, ada sekitar 650 orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

“Untuk secara massal memang belum, kita mendapatnya di minggu keempat bulan Mater khusus satu hari full. Namun, ada beberapa hotel juga yang sudah memanfaatkan waktu fasilitas di sini maupun di IPB Internasional Convention Center dari hari Senin kemarin,” jelasnya.

Berkaitan dengan peninjauan ketua umum PHRI di Kota Bogor, Yuno mengatakan, kegiatan itu untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi kepada pelaku hotel dan restoran berjalan dengan baik.

“Ketua hadir, kebetulan ada acara di Bogor, kita pastikan bahwa pelaku pariwisata hotel dan restoran mendapatkan vaksin sesuai arahan pemerintah.”

Ditempat yang sama, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menanggapi positif langkah Pemkot Bogor yang bergerak cepat dalam melaksanakan vaksinasi kepada sejumlah sasaran di Kota Bogor. Apalagi pada pekan terakhir Maret, Pemkot Bogor telah memasukkan sektor pariwisata sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua.

Menurutnya, PHRI pusat sendiri hanya mencatat data secara keseluruhan yang kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar diteruskan di masing-masing Provinsi, hingga ke kota kabupaten.

Dari beberapa laporan yang diterimanya memang ada terjadi beberapa kendala di beberapa daerah. Berbagai kendala itu, seperti dikatakan Hariyadi, dari segi ketersediaan vaksin hingga petugas vaksin yang terbatas. Sehingga, membuat pelaksanaanya semakin lama.

Disisi lain, Haryadi menilai untuk angka secara nasional masyarakat yang sudah vaksin sudah baik.

“Data terakhir dirilis Kemenkes, 7 Maret 272 ribu yang divaksin. Awal khawatir kekejar atau enggak, pemberian vaksinnya. Kalau mau sampai 1 tahun itu minimal 500 ribu orang per hari, kemarin bisa 272 ribu per hari,” katanya.

Bahkan, pemerintah pada periode Juni hingga Desember akan menambah alokasi vaksin Covid-19 sebanyak 260 juta dosis vaksin.

“Jadi Kemenkes menargetkan 1 juta sampai 1,5 juta orang yang divaksin. Kita cukup yakin. Efeknya apa? semakin cepat divaksin, jika kekebalan bagus, otomatis ekonomi akan jalan lagi, aktivitas ada lagi. Insyaallah cepat bangkit,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, bahwa pelaku pariwisata hotel dan restoran akan mendapatkan vaksinasi pada tahap dua. Dalam hal ini, Disparbud menilai, proses vaksinasi bisa berdampak positif bagi industri pariwisata di Kota Bogor.

Terlebih, belakangan ini geliat wisata di Kota Bogor sudah kembali meningkat. Tentu dengan vaksinasi ini, ditambah berbagai kebijakan dan aturan demi menggenjot dunia pariwisata, masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman dalam berwisata di Kota Bogor.

“Kan tiap hotel, resto itu sudah ada prokesnya. Belum lagi sertifikasi CHSE, tentu masyarakat akan lebih nyaman dan aman dalam berwisata di Kota Bogor. Mulai dari hotel, resto maupun tempat wisata,” tukasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *