BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG-Pasca terjadinya klaster silaturahmi lebaran, area permukiman warga di Jalan Nanas Perumnas II, Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang, ditutup sesaat hingga diberlakukan protokol kesehatan ketat.
Pasalnya, sebanyak 19 warga perum dua kini diisolasi mandiri dirumah masing-masing. Pendistribusian makanan hinga vitamin C dan D pada Senin (24/05), oleh satgas Covid 19, serta Pemerintah Desa Parungpanjang dan relawan warga.
“Untuk warga diluar tidak boleh masuk atau warga di lingkungan juga kita batasi dengan ketat, ” kata Irwan Alwani Ketua RT 01/04, Selasa 25/05/2021.
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menyediakan petugas khusus untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri yang nantinya membantu membawakan kebutuhan makan dan minuman.
“Pendistribusian sembako juga sudah ada sejak kemarin, dari satgas Covid 19 maupun pemerintah desa hingga para relawan memberikan bantuan untuk warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri, “jelasnya.
Ditempat terpisah kepala Puskesmas Parungpanjang Dokter Susi Juniar mengatakan, sebanyak 20 orang warga di Nanas Perum Dua tadi pagi sudah menjalankan Swab PCR.
“Tadi 20 orang sudah di tes PCR, nanti tiga sampai empat hari hasilnya baru bisa muncul. Tes PCR ini untuk memastikan lagi warga yang sebelumnya sudah swab antigen,” cetusnya
Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin meminta masyarakat untuk tetap menjaga dan mematuhi aturan protokol kesehatan dengan ketat, pasca klaster halal bihalal penularan Covid-19 terjadi di Parung Panjang.
“Apa yang terjadi di Parung Panjang tentunya harus semakin meningkatkan kesadaran kita bahwa pandemi belum usai, dan potensi lonjakan kasus positif Covid-19 masih mengintai,” kata Ade
Ia mengungkapkan, pada kasus tersebut, diinformasikan bahwa 21 orang dari 43 orang yang terlibat langsung dalam kegiatan halal bihalal di Kompleks Perumahan Perumnas II, terkonfirmasi positif Covid-19.
“Dalam waktu dekat warga yang isolasi di rumahnya akan dievakuasi ke tempat isolasi di Kemang dan sedang berkoordinasi dinkes dengan RS darurat,” tutupnya. (Mul)





