BOGORONLINE.com – Sejumlah mahasiswa pencinta alam Universitas Ibn khaldun Bogor, Mapa Atmawana melakukan aksi memungut sampah plastik yang berserakan di Puncak Gunung pangrango Cibodas Bogor, Jumat (11/06).
Hal itu dilakukan para Mapa Atmawana saat melakukan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam upaya menjaga alam dari limbah sampah liar.
“Sangat disayangkan banyak sampah bertumpukan diperkirakan 2 karung persis di samping tugu puncak pangrango ini sangat miris, ” kata Anggota Muda Mapa Atmawana, Nabil atau akrab disapa Bolor.
Menurutnya, sampah ini merupakan hal yang kerap dilupakan oleh pendaki tatkala mereka mendaki gunung. “Meski sering dijadikan tempat berfoto oleh pendaki, namun kadang mereka tak memperdulikan alam sekitar, tambahnya.
Sementara itu, senior Atmawana Adit juga menuturkan, sebagai pecinta alam tentu merupakan keharusan untuknya peduli terhadap alam. Ingin ikon para pecinta alam tetap terjaga kelestariannya.
“Pecinta alam lain pun ada juga yang melakukan pendidikan dasar di gunung pangrango jadi kita tidak mau ikon kita ini penuh dengan sampah mencapai 2 trash bag besar seperti ini kita akan bawa turun sampah sampai ke bawah, “terangnya.
Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan syarat wajib untuk kenaikan jenjang keorganisasian yang telaj tertera dalam AD/ART Mapa Atmawana.
“Kegiatan Pendakian pengambilan Syal ini sebagai syarat kenaikan jenjang keorganisasian ( KJK ) dan sekaligus operasi bersih di puncak Gunung pangrango 3019 MDPL, “sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Atmawana Jaka mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan tumpukan botol plastik dan sampah plastik tercecer didekat tugu puncak Gunung Pangrango.
“Mungkin karena banyaknya oknum Rempakem (Remaja Pecinta Kemping) yang tidak mempunyai dasar kode etik pecinta alam dan tidak adanya rasa menjiwai sebagai pecinta alam yang hanya niat berwisata bukan bertadabur di alam bebas meresapi sebuah berhubungan baik dengan alam, “cetusnya.
Selain itu, Jaka menambahkan, Atmawana selalu menanamkan kode etik pecinta alam dalam 3 (tiga) pesan yaitu tidak meninggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain foto, dan jangan membunuh apapun selain waktu.
“Sehingga kasus seperti ini yang saat ini kita lihat, kita sebagai mahasiswa pecinta alam sangat menyayangkan dan sangat kita kita kecam. Bahkan, pencinta alam lainnya pasti mengecam, karena kita, memiliki rasa berhubungan baik dengan alam dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan, “tandasnya. (Mul)





