Bogoronline.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan vaksinasi untuk 8.576.268 dosis. Namun hingga saat ini, Rabu (28/7) penerimaan vaksin baru mencapai 690.321 dosis atau 8,17 persen.
Bupati Bogor, Ade Yasin mengklaim, kelambatan vaksinasi ini dikarenakan ketersediaan vaksin yang mulai berkurang.
“Kendalanya ketersediaan vaksin mulai berkurang, oleh karena itu untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor, kebutuhan vaksin saat ini sangat mendesak,” kata Ade Yasin.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor ini juga menyampaikan, target 8.576.268 dosis tersebut untuk 4.288.134 orang sasaran atau 70 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang kini 5,4 juta jiwa.
Ade Yasin menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggenjot vaksinasi massal. Kini vaksinasi dilakukan serentak di puskesmas 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dua kali dalam seminggu.
Pemkab Bogor menargetkan vaksinasi terhadap 160 ribu orang setiap pekannya dengan acuan 2.000 orang pada setiap kali kegiatan vaksinasi massal.
Namun, stok vaksin di wilayahnya dari pemerintah pusat mulai menipis ketersediaannya, dari semula 93 ribu vial kini tersisa 104 vial.
“Masyarakat sudah paham pentingnya vaksin, karena setiap ada vaksinasi itu antusias masyarakatnya cukup tinggi. Kendalanya ketersediaan vaksin mulai berkurang, kebutuhan vaksin saat ini sangat mendesak,” kata Ade Yasin.
Ia mengatakan bahwa selain 104 vial vaksin sisa dari bantuan pemerintah pusat, ada pula 552 vial milik Kodim 0621 dan 62 vial milik Polres Bogor.
“Untuk tenaga vaksinator sebanyak 1.070 orang sudah kita sediakan, kita kerahkan semua tenaga yang ada, hanya kendalanya saat ini soal ketersediaan vaksin,” ujarnya.





