BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro meninjau kesiapan dioperasikannya kembali mal atau pusat perbelanjaan, pada Sabtu (21/8/2021). Salah satunya Mall BTM.
Setiba di Mall BTM, wali kota dan kapolesta melakukan scan kode QR untuk pelacakan kontak saat masuk di lobi utama mal. Hal ini juga berlaku untuk pelaku usaha, karyawan dan pengunjung mal.
Scan kode QR dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi ini menjadi salah satu poin dari delapan poin syarat masuk Mall BTM yang disosialisasi terpampang dalam spanduk.
General Manager Mall BTM, Herman Budi Santoso mengatakan, terkait kesiapan beroperasinya Mall BTM, pihaknya senantiasa mengikuti aturan yang diinstruksikan Pemerintah Kota Bogor.
“Jadi dalam hal ini Mall BTM mempersiapkan sesuai Inmendagri 34/2021, prosedur-prosedur yang harus dilakukan di lapangan. Sebagai contoh salah satu syarat masuk dan jalur lain sudah disiapkan. Yang intinya kita menggunakan aplikasi peduli lindungi,” kata Herman.
Ia menjelaskan, untuk scan kode QR dikecualikan bagi pengunjung usia 70 tahun ataupun sudah vaksin Covid-19. “Jika belum vaksin karena hal-hal kesehatan, komorbit itu harus menggunakan antigen atau PCR untuk 2×24 jam.”
Pihaknya berharap betul mal atau pusat perbelanjaan di Kota Bogor diperbolehkan buka kembali setelah berakhirnya masa perpanjangan PPKM Level 4 pada 23 Agustus.
“Untuk waktunya kita masih menunggu, kalau dari Inmendagri 34/2021 Kota Bogor belum termasuk, kita berharap tanggal 23 besok pemerintah pusat mengumumkan Kota Bogor menjadi salah satu kota yang bisa kembali dibuka untuk kegiatan pusat perbelanjaan,” harapnya.
Apabila itu masih ditunda, Herman menyebut dampak secara ekonomi yang dirasakan akan luas bagi pelaku usaha maupun Mall BTM selaku pengelola. Di Mall BTM sendiri yang berkerja itu kurang lebih ada 5 ribu orang.
“Tadi pak wali kota sudah sampaikan kurang lebih ada 5 ribu tenaga kerja. Bisa dibayangkan, kalau sampai dua bulan kita diminta tutup sulit buat kita juga bagi pengelola karena di perahu yang sama,” ungkapnya.
Ia juga memastikan sejauh ini ada pelaku UMKM yang kolaps terdampak dari kebijakan PPKM. Sementara tingkat kunjungan mengalami penurunan dari sebelumnya bisa mencapai 20 ribu orang, paling tinggi 1.000 orang pada periode saat ini.
“Yang kolaps sudah pasti ada terutama UMKM, pedagang sepatu, tas di lantai bawah. Kita paham betul, UMKM ini tidak semuanya mapan, tidak juga semuanya (pemasaran) di online,” pungkas Herman.
Sebelumnya, Wali Kota Bima Arya menyebut secara umum mal-mal di Kota Bogor sudah siap untuk membuka kembali operasionalnya. Pemerintah Kota Bogor bersama pengelola mal sudah siapkan mekanisme protokol kesehatan yang diperlukan. Termasuk menyosialisasikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang wajib digunakan sebagai skrining untuk pengunjung yang akan masuk.
“Karena kita berbicara roda ekonomi dan penghasilan karyawan disini, ada ribuan karyawan yang sudah hampir 2 bulan harus tutup. Kita masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat untuk pembukaan pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Kami memastikan semuanya siap buka, QR code-nya kemudian kita sosialisasikan juga aplikasi Peduli Lindungi supaya ketika sudah diperbolehkan sistemnya sudah siap,” ungkap Bima Arya.
Bima Arya menambahkan, relaksasi-relaksasi untuk menggairahkan ekonomi sangat dibutuhkan, terlebih jika melihat data dan angka-angka perkembangan Covid-19 sudah cukup membaik.
“Menurut hemat saya daerah diberikan kewenangan sendiri untuk mengurus hal-hal tersebut. Tidak mungkin Pemkot gegabah membuka, sementara angkanya tidak landai. Saya berharap betul ada perubahan level dan zona sehingga sesegera mungkin mall bisa buka. Kalau saya dan pak Kapolres maunya sore ini juga buka. Kita sedih, tidak sedikit yang japri ke kami WA, instagram, dan lain-lain,” terang Bima.
Sembari menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat, Bima meminta para pengelola pusat perbelanjaan untuk menyiapkan apa saja yang menjadi persyaratan.
“Saya kira kita semaksimal mungkin persiapkan. Kalau ada kabar baik 23 Agustus buka, kita sudah siap. Kami bisa sampaikan ke pusat. Bogor indikasinya baik, seluruh angka-angka perkembangan Covid-nya sudah landai, dan mal pun siap,” jelasnya.
“Sekarang PR kita adalah dalam beberapa hari ke depan memaksimalkan sosialisasi aplikasi Peduli Lindungi harus betul-betul tersosialisasikan dengan baik ke semuanya. Supaya warga siap-siap pakai aplikasi itu sebagai syarat mengunjungi mal. Dan setiap pengelola pusat perbelanjaan menyiapkan QR Code-nya. Saya sudah perintahkan Disperindag untuk bantu fasilitasi jika ada kendala di lapangan dari teman-teman pusat perbelanjaan,” tambah Bima. (Hrs)





