by

Kuras Uang Wisatawan di Kota Bogor, 4 Pelaku Diringkus Polisi, 1 Orang DPO

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Jajaran Polresta Bogor Kota berhasil meringkus sindikat penipuan wisatawan di wilayah hukumnya. Empat pelaku ditangkap polisi usai melancarkan aksinya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di bilang Jalan Pajajaran, Babakan, Bogor Tengah.

Keempatnya antara lain Adi Santoso, Djoko, Bimo Ichiro dan Usman alias Uus. Sementara satu tersangka berinisial RM ditetapkan polisi sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya mengatakan kasus ini terungkap berdasarkan laporan korban. Dalam laporannya, korban mengalami kerugian ratusan juta setelah kartu ATM ditukar pelaku.

Dalam kasus ini, kata Susatyo, para pelaku memiliki peran masing-masing. Adi berperan untuk mencari korban yang umumnya wisatawan yang menginap di hotel seputar jalur Sistem Satu Arah (SSA).

Usai Adi mendapat calon korban, Djoko giliran tampil berperan sebagai orang asing. Saat itu, dia mengaku sebagai orang Brunei dan melakukan pendekatan terhadap korban.

“Korban ditawari sebuah investasi, dan untuk menyakinkan sebagai warga asing diperlihatkan kartu ATM milik bank asing yang isinya sekitar 600 juta. Setelah itu, korban tertarik untuk kerjasama dan siap menerima dana dari pelaku,” kata Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto dalam konferensi pers, Sabtu (25/9/2021).

Alih-alih akan menerima dana, isi saldo ATM korban terkuras setelah kartu ATM pindah tangan ke Djoko. “Kartu ATM (korban) ditukar oleh para pelaku setelah dihafalkan pin ATM. Uang korban dikuras habis oleh para pelaku,” kata Susatyo.

Dijelaskan olehnya, di tahun ini mereka telah melancarkan aksinya terhadap lima korban dengan kerugian mencapai Rp500 juta. Pengungkapan kasus ini, kata Susatyo, bentuk komitmen pihak kepolisian agar wisatawan Kota Bogor tidak menjadi korban kejahatan penipuan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat apabila dalam berwisata tidak mengetahui berul siapa orang yang dikenal agar waspada dan hati-hati,” imbuhnya.

Dari para pelaku, polisi menyita 118 kartu ATM dari berbagai bank, satu unit mobil sedan, sejumlah uang tunai pecahan 100 ribu rupiah dan pecahan 1 dolar. Mereka akan dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

“Kami saat ini masih terus melakukan pengembangan, apakah ada korban lainnya,” tegas Susatyo. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *