by

Perumda PPJ Kejar Sisa 20 Persen Vaksinasi Warga Pasar

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Program vaksinasi Covid-19 di lingkungan pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor kini mencapai 80 persen. Demikian hal ini dikatakan Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir.

Meski demikian, Muzakkir merasa perlu untuk melakukan jemput bola dengan membuat sentra vaksin di pasar-pasar, lantaran masih ada warga pasar selain pedagang yang belum disuntik vaksin.

“Sebenarnya untuk pedagang di kita itu di atas 80 persen sudah dapat vaksin. Tapi ternyata kan bagian dari pasar ini banyak juga yang sebelumnya nggak kedeteksi. Seperti juru parkir, bongkar muat, kuli panggul dan warga pasar yang selama ini nggak masuk hitungan. Karena kita fokus yang di dalam pasar,” ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemerintah Kota Bogor melalui Kecamatan Tanah Sareal bersama Perumda PPJ mengadakan vaksinasi di Pasar Jambu Dua. Selain menjaring warga umum, juga bisa menyasar warga pasar yang beraktivitas di Pasar Jambu Dua.

“Di sana kita buat 300 orang. Nah dari situ kita tahu pedagang banyak yang nggak mau ribet daftar online, pergi ke sentra vaksin seperti Puri Begawan, BTM atau lainnya, karena dianggap ganggu waktu jualan. Ketika kita buat di Pasar Jambu Dua, ternyata para pedagang antusias,” ungkap Muzakkir.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk percepatan capaian 20 persen pedagang dan warga pasar yang belum vaksin, pihaknya memutuskan bakal membuat sentra vaksin di seluruh pasar se-Kota Bogor.

Setelah pelaksanaan vaksinasi di Pasar Jambu Dua, kata dia, Blok F Pasar Kebon Kembang juga dijadikan sentra vaksin pada Jumat (25/9) lalu, dengan target 300 orang.

“Ternyata ramai, sampai sebelum Jumatan saja 300 orang itu sudah penuh. Akhirnya kami tambah kuota sampai 1.000 itu setelah Jumatan. Makanya kedepan kita perlu bikin sentra vaksin di pasar-pasar lain,” imbuhnya.

Setelah di dua pasar tersebut, ia menargetkan pelaksanaan vaksinasi di Pasar Gunung Batu dan Pasar Bogor. Meskipun secara data, kata Muzakkir, para pedagang di dua pasar tersebut sebagian besar sudah mendapatkan vaksin.

“Jadi ini bukan lagi bicara pedagang pasar saja, tapi bicara warga pasar. Kalau dulu kan KTP harus Kota Bogor, tapi kalau sekarang yang penting beraktivitas di lingkungan pasar, bisa kita vaksin,” tutupnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *